Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali gelar Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026. Ini menjadi gelaran tahun kedua, setelah KSTI pertama berlangsung di Kampus ITB pada Agustus 2026 lalu.
KSTI 2026 dibuka dengan Sarasehan Kebangsaan yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya agar menguatkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat, sehingga ilmu pengetahuan benar-benar menjadi kekuatan dalam pembangunan bangsa.
"Di bawah arahan Bapak Presiden, pemerintah terus bergerak cepat dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama seluruh kampus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintahan," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut disampaikan Brian dalam laporannya pada acara Sarasehan Kebangsaan di JICC, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
8 Program Riset Kolaborasi Pemerintah dan Kampus
Brian menyebut ada beberapa program riset yang telah berjalan, hasil tindak lanjut KSTI 2025, yakni:
1. Pengembangan Genom Pertanian
Di bawah koordinasi Kementerian Pertanian, dilakukan riset untuk mengembangkan genom pertanian dan pengembangan varietas unggul produk yang masih impor. Tujuannya agar ada varietas untuk menggantikan atau mensubstitusi produk impor.
2. Teknologi Pengolahan Sampah
Pemerintah tengah gencar melaksanakan pengembangan teknologi pengolahan sampah. Riset ini dilakukan di bawah koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertahanan, Danantara, dan BRIN, serta melibatkan Pemprov Jakarta dan Jawa Barat.
3. Riset Bensin Sawit-Pengembangan Kompor Listrik
Dikepalai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM) riset soal bensin sawit, pengembangan kompor listrik, dan implementasi pembangkit listrik 100 Giga Watt (GW) dilakukan.
4. Vaksin TBC
Bersama Kementerian Kesehatan dilaksanakan berbagai riset Vaksin TBC dan penguatan industri farmasi serta alat kesehatan nasional.
5. Riset Industri Garam-Kapal Nelayan
Riset soal industri garam, kapal nelayan listrik, dan lain-lainnya dilakukan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan.
6. Kawasan dan Hunian Vertikal
Di bawah Koordinasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dikembangkan konsep desain kawasan dan hunian vertikal. Riset dikembangkan bersama beberapa kampus.
7. Giant Sea Wall
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah bersama Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, melibatkan peneliti dari berbagai kampus dalam program Giant Sea Wall.
8. Industri Semikonduktor Nasional
Terakhir, di bawah koordinasi Danantara, para peneliti dari berbagai kampus mengembangkan industri semikonduktor nasional.
Hasil Sarasehan Kebangsaan akan merumuskan peran dan kontribusi perguruan tinggi untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo.










































