Presiden Prabowo Gelar Forum Tertutup dengan Ribuan Akademisi

ADVERTISEMENT

Presiden Prabowo Gelar Forum Tertutup dengan Ribuan Akademisi

Devita Savitri - detikEdu
Jumat, 26 Jun 2026 18:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam acara Sarasehan KSTI 2026 di JCC Senayan, Jakarta. (Eva/detikcom)
Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam acara Sarasehan KSTI 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026) Foto: Eva/detikcom
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengadakan forum pertemuan tertutup dengan ribuan dosen serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah di Indonesia.

Agenda tersebut berlangsung dalam Sarasehan Kebangsaan sebagai bagian dari Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center, Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).

Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan acara tersebut dihadiri oleh 261 pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Ia juga menyebut forum tersebut menjadi pertemuan keempatnya dengan kalangan akademisi sejak menjabat sebagai Presiden. "Sebagai Presiden Republik Indonesia ini keempat kalinya. Dua kali di Istana Merdeka dan satu kali di ITB," ujar Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di hadapan para rektor dan dosen, Prabowo menyoroti sejumlah persoalan yang menurutnya masih menjadi tantangan. Salah satunya adalah belum terwujudnya industri otomotif nasional yang mampu memproduksi kendaraan secara mandiri.

ADVERTISEMENT

Ia mempertanyakan mengapa Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah dan pasar yang besar masih belum mampu menghasilkan mobil nasional. Menurutnya, jutaan sepeda motor terjual setiap tahun, tetapi industri kendaraan nasional belum berkembang optimal.

"Saya berdiri di depan saudara-saudara kalian yang PhD, kenapa kita tak punya... Kita itu beli motor 10 juta motor setiap tahun, tapi kenapa tak ada pabrik buatan Indonesia?" sebut Prabowo. "Kenapa kita selama 81 tahun tak bisa bikin mobil buatan sendiri?" lanjutnya bertanya.

Selain sektor otomotif, Prabowo juga menyinggung ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum. Ia mempertanyakan mengapa Indonesia belum mampu mengembangkan benih dan teknologi yang memungkinkan komoditas tersebut dibudidayakan secara mandiri. Produktivitas kelapa sawit yang dinilai masih tertinggal dibandingkan negara lain juga menjadi perhatian dalam pidatonya.

Gelar Forum Tertutup

Setelah berbicara sekitar 25 menit, Prabowo meminta awak media meninggalkan ruang pertemuan. Ia menjelaskan bahwa sesi berikutnya akan berlangsung secara tertutup agar dapat berdiskusi lebih mendalam dengan para akademisi yang hadir.

"Wartawan dengan segala hormat. Para media saya hari ini mau bicara dari hati ke hati kepada guru-guru besar. Jadi dengan hormat saya mengundang para wartawan untuk minum kopi di luar. Saya yakin Pak Brian sudah menyiapkan kopi yang bagus," katanya.

Dalam forum tertutup tersebut, Prabowo berencana memaparkan berbagai data dan fakta yang dimilikinya untuk dikaji secara ilmiah oleh para guru besar, rektor, dan pakar. Ia mempersilakan para akademisi menelaah informasi tersebut secara kritis dan menarik kesimpulan berdasarkan pendekatan ilmiah.

"Saya mau beri data fakta apa yang saya punya. Sebagai ilmuwan, monggo kaji, teliti, pelajari. Kalau data-data, fakta fakta itu secara scientific saudara sudah nilai, saudara anggap relevan, silakan anda ambil kesimpulan," katanya.




(pal/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads