Rifaldy Fajar menyampaikan permohonan maaf atas pencatutan nama kepada Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) dalam jurnal yang diduga termasuk riset palsu. Permohonan itu diunggah dalam Instagram resmi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMB pada Rabu (3/6).
"Saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Universitas Muhammadiyah Bulukumba karena telah melakukan kesalahan saya itu mencatut Universitas Muhammadiyah Bulukumba tanpa melakukan konfirmasi kepada Universitas Muhammadiyah Bulukumba secara langsung," ujar Rifaldy dalam unggahan Instagram @lp2m_umbulukumba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam abstrak yang ia kirimkan kepada konferensi-konferensi internasional, Rifaldy menuliskan nama 'periset' Elfiany Syafruddin yang berafiliasi dengan Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Setelah ditelusuri, Elfiany adalah nama ibu kandung Rifaldy Fajar yang tidak ikut serta dalam riset tersebut.
"Kondisinya ibu saya tidak mengetahui tentang hal ini sehingga saya mencatut secara langsung nama ibu saya dan menggunakan Universitas Muhammadiyah Bulukumba sebagai afiliasinya," jelas Rifaldy.
Alasan Menggunakan Nama UMB
Dalamklarifikasinya,Rifaldy menjelaskan jika alasan ia menggunakan namaUMB dan ibu kandungnya agar riset terlihat lebih kuat. Ia pun menggunakanUMB dalam riset di bidang ilmu komputer dan matematika dengan menambahkan departemen Computer ScienceUMB.
"Saya menggunakan seperti departemen computer science dari Universitas Muhammadiyah Bulukumba yang mana sama sekali tidak ada," ujar Rifaldy.
"Dan saya mengakui kesalahan saya dalam hal itu memang semata-mata untuk seperti membuat sebuah karya seolah-olah itu banyak kolaborasi penelitian di dalamnya," sambungnya.
Tarik Abstrak yang Sudah Terbit
Rifaldy mengaku dirinya sudah mulai menarik abstrak yang ia kirimkan pada beberapa konferensi. Sejauh ini, sudah ada dua konferensi yang memberikan respons.
"Saya berusaha melakukan penarikan dari abstrak-abstrak yang sudah terpublish-publish Tapi saya belum tahu pasti apakah semua abstrak itu bisa untuk ditarik karena beberapa konferensi ada yang sudah dari 2024," ujarnya.










































