Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sempat menyebut kampus bisa mulai mempertimbangkan untuk memiliki setidaknya satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, ini untuk membantu peningkatan gizi nasional.
"Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari sivitas akademika sendiri," ujar Dadan, dikutip dari Antara. Beberapa kampus di Indonesia pun kini telah memilikinya, misalnya Universitas Hasanuddin dan IPB University.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto mengatakan, kampus dipersilakan membuka SPPG dalam rangka teaching factory atau untuk menjadi tempat praktik langsung bagi mahasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, bahwa kemudian ada beberapa kampus yang membuat SPPG dalam rangka teaching factory begitu ya, dalam rangka mahasiswa praktik, dalam rangka itu juga sekaligus diteliti begitu, kami mempersilakan kepada kampus-kampus tersebut begitu. Tetapi konteksnya sekali lagi sama dengan program-program nasional lainnya. Kita ingin kampus terlibat dalam program-program nasional tersebut gitu," jelas Mendiktisaintek dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, disiarkan melalui YouTube TVR Parlemen, dikutip Rabu (3/6/2026).
Brian menyampaikan, kampus memang didorong untuk terlibat dalam program-program nasional. Namun, kampus juga tidak harus mendirikan dapur SPPG. Ia menegaskan, Kemdiktisaintek tidak pernah mengeluarkan edaran bahwa setiap kampus harus mendirikan dapur SPPG.
"Yang kita lakukan sama seperti kebijakan-kebijakan pemerintah lainnya. Misalkan terkait dengan sampah, terkait dengan giant seawall, terkait dengan apalagi ya, mobil listrik, semikonduktor. Jadi, bagaimana peran perguruan tinggi untuk mendukung program-program tersebut begitu. Jadi seperti giant seawall, bukan berarti (mendirikan) dapur SPPG," jelas Brian.
"Jadi yang kami dorong adalah bagaimana melakukan riset-riset misalnya stuntingnya bagaimana, dicek. Saya pernah mendapatkan paper itu di India program MBG ini berhasil menurunkan stunting begitu. Nah, ini mungkin perlu jangka panjang yang barangkali tidak terpikirkan oleh apa oleh para SPPG-nya," imbuhnya.
(nah/nwk)











































