Namanya Dicatut Prihantini dan Rifaldy untuk Riset Palsu, Alumnus UNY Ini Buka Suara

ADVERTISEMENT

Namanya Dicatut Prihantini dan Rifaldy untuk Riset Palsu, Alumnus UNY Ini Buka Suara

Pasti Liberti Mappapa - detikEdu
Jumat, 29 Mei 2026 19:07 WIB
ilustrasi riset
Foto: thinkstock
Jakarta -

Nama Rifaldy Fajar dan Prihantini membuat geger komunitas akademik Indonesia. Keduanya diduga membuat penelitian palsu untuk dikirimkan ke berbagai forum ilmiah internasional. Mereka juga mempresentasikan riset mereka dalam sejumlah ajang konferensi ilmiah.

Salah satu artikel yang mereka kirimkan berjudul Implementation of Coping Religious in Overcoming Disorders of Physical- Psychological-Social-Spiritual in Chronic Kidney Failure Patients in the Hemodialysis Process (Based on Islamic Perspective).

Artikel tersebut dikirimkan ke konferensi yang diadakan Korean Society of Nephrology pada 2020 lalu. Selain nama Rifaldy dan Prihantini, di artikel tersebut dicantumkan pula nama Intan Lisnawati serta Dewi Mustika Sari. Nama-nama tersebut berafiliasi dengan Departemen Matematika dan Biologi Komputasi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata setelah 6 tahun kemudian, Intan menyatakan tak pernah terlibat dalam penyusunan artikel tersebut. Intan memang seangkatan dengan Rifaldy di jurusan Matematika UNY. Mereka masuk kampus tersebut pada 2014 lalu. Namun, ia mengaku tidak bertemu dengan Rifaldy sejak 2018.

"Setelah kami wisuda tahun 2018 saya sempat sakit dan opname. Keluar dari rumah sakit, RF jenguk pas aku sudah di rumah. Seingetku terakhir ketemu itu," ujar Intan dalam perbincangan dengan detikEdu, Jumat (29/5/2026).

ADVERTISEMENT

Intan menceritakan mendapatkan kabar adanya pencatutan tersebut dari Nana Indri Kurniastuti. Nana juga seangkatan dengan Rifaldy dan Intan di jurusan Matematika UNY.

"Aku tahunya karena diinfo temenku Nana yang namanya juga dicatut di artikel RF. Karena aku sendiri sebenarnya nggak cari-cari tahu karena nggak ngira kalau namaku ada di artikelnya mengingat kami sudah sama-sama wisuda 2018 lalu dari UNY," kata Intan.

Nama Nana ternyata juga ikut dicatut oleh Rifaldy Fajar. Hal tersebut diungkapkannya dalam akun media sosial Thread miliknya. Menurut Nana, Rifaldy menggunakan beragam versi nama dirinya untuk sejumlah artikel.

"Saya adalah teman sekelas saudara RF, yang mana nama saya dicatut tanpa seizin saya, bahkan ada beberapa, tidak hanya satu. Menggunakan Nama lengkap saya Nana Indri Kurniastuti , Nana Indri , Nana Kurnia, dan mungkin ada lagi," tulisnya.

Sewaktu kuliah Nana memang mengikuti sejumlah penelitian dan kompetisi mahasiswa bersama-sama dengan Rifaldy dan Intan. Bersama Intan, Nana meraih emas dalam ajang International Innovation and Invention Competition (IIIC) 2017 di Taiwan.

Hanya saja setelah lulus dan menikah pada 2022, Nana mengaku tak terlibat lagi dalam dunia penelitian ilmiah. Ia mengaku beralih ke dunia usaha kuliner. "Saya lulus 2018, job seeker, bekerja 2019 sampai 2022 kemudian menikah, setelah menikah saya membuka usaha di bidang kuliner, saya berjualan pizza, burger, kebab, dll," tulisnya.

Nana terkejut setelah melihat namanya berada dalam daftar penulis bersama Rifaldy Fajar dan Rini Winarti dalam artikel berjudul Al-Driven Multi-Omics Integration Identifies Genetic and Epigenetic Adaptations in Endangered Raptors Facing Urbanization and Climate Change.

Artikel tersebut dikirimkan untuk simposium Asian Raptor Research and Conservation Network (ARRCN) ke-13 di Taiwan pada 26-28 April 2025. "Saya mempunyai kesibukan saya sendiri dan tidak kompatibel di bidang raptor salah satunya," tulisnya.

Nama Nana juga ada dalam artikel Circadian-Aware Deep Learning for Predicting Time-Dependent Metabolite Toxicity in Inborn Errors of Metabolism via Multi-Timescale Plasma Profiling and Genomic Variant Integration. Rifaldy mempresentasikan artikel tersebut dalam konferensi International Congress of Inborn Errors of Metabolism (ICIEM 2025) tanggal 3 September 2025 lalu di Kyoto Jepang.

Menurut Nana, Rifaldy telah menghubunginya untuk meminta maaf. "Saya sudah di telepon oleh saudara RF tadi malam, meminta maaf kepada saya, dan akan klarifikasi terkait hal tersebut," tulis Nana.

DetikEdu belum bisa menghubungi Prihantini dan Rivaldy Fajar. Namun, melalui akun Thread dan Instagramnya, Rifaldy sempat mengunggah konten yang menyebutkan ia sedang menyusun klarifikasi bersama peneliti lain. Konten tersebut kemudian hilang lantaran Rifaldy menutup akunnya.

Halaman 2 dari 2
(pal/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads