Kemdiktisaintek Sebut Kampus Bakal Jadi 'Asisten' Pemda, Bantu Atasi Masalah Daerah

ADVERTISEMENT

Kemdiktisaintek Sebut Kampus Bakal Jadi 'Asisten' Pemda, Bantu Atasi Masalah Daerah

Cicin Yulianti - detikEdu
Selasa, 05 Mei 2026 10:00 WIB
Mendikti Saintek Brian Yuliarto di Istana Kepresidenan. (Firda/detikcom)
Foto: Mendikti Saintek Brian Yuliarto di Istana Kepresidenan. (Firda/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyebut ke depannya kampus akan diminta untuk ikut membantu pemerintah daerah dalam menangani permasalahan di setiap wilayah. Permasalahan yang akan melibatkan ahli-ahli dari kampus misalnya terkait sampah dan kerapihan, yakni yang relevan dengan program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Brian menyebut hal tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

"Jadi, sebagaimana kita ketahui bahwa Presiden telah menujukkan arahan beberapa waktu lalu bahwa kampus-kampus itu, terutama bidang-bidang yang relevan dengan kebutuhan daaerah seperti penanganan sampah, kerapihan gitu ya, terkait dengan program ASRI dari Bapak Presiden, bagaimana pemda-pemda itu bisa dibantuk di-backup oleh kampus-kampus," kata Brian di kompleks Istana Merdeka, Jakarta (4/5/2026), dikutip dari tayangan YouTube Sektertariat Presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti Bantu Selesaikan Masalah Sampah-Kota

Brian menyoroti sektor-sektor yang perlu dibantu akademisi, mulai dari masalah sampah yang masih banyak ditemui hingga estetika kota.

ADVERTISEMENT

"Peneliti, guru besar yang bidangnya terkait seperti arsitektur atau keindahan taman-taman kemudian teknik lingkungan, teknik mesin untuk sampah dan sebagainya," katanya.

Brian dan Kemdiktisaintek ke depannya akan segera merealisasikan instruksi ini. Kemdiktisaintek akan membentuk tim asisten pemda yang terdiri dari kampus-kampus.

"Nanti kami akan segera mengkonsolidasi kampus-kampus supaya misalnya kampus A ITB atau UI, UGM dan seluruh kampus, beberapa kampus itu membentuk tim sebagai istilahnya memberi masukan untuk penyelesaian masalah-masalah yang ada di daerah," katanya.

"Diharapkan setiap daerah provinsi maupun kota/kabupaten itu kampus memilki tim yang nantinya menjadi seperti asisten untuk kepala daerahnya membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan itu," sambung Brian.

Kebijakan ini, lanjut Brian, sejalan dengan visi besar kementeriannya melalui program 'Kemdiktisaintek Berdampak'. Ia ingin memastikan riset dan pengajaran di kampus relevan dengan kebutuhan riil di daerah masing-masing.

"Sehingga, ini juga sejalan dengan program kami Kemdiktisaintek Berdampak. Jadi bagaimana penelitian, pengajaran yang ada di kampus itu relevan dengan kebutuhan yang ada di daerah masing-masing," pungkasnya.



(cyu/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads