Asal Usul Grup Chat Mesum Mahasiswa FH UI: Awalnya Grup Kos-kosan

ADVERTISEMENT

Asal Usul Grup Chat Mesum Mahasiswa FH UI: Awalnya Grup Kos-kosan

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 14 Apr 2026 18:57 WIB
chat pelecehan fh ui
Ilustrasi kekerasan seksual digital Foto: Ilustrasi chat porno (Fuad/detikcom)
Jakarta -

Kasus grup percakapan bermuatan kekerasan seksual di lingkungan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) terus bergulir. Fakta terbaru mengungkap, grup percakapan yang kini menuai kontroversi itu ternyata berawal dari grup kos-kosan.

Fakta ini diungkapkan kuasa hukum korban dan Badan Eksekutif Mahasiswa FH UI. Seperti apa kronologinya?

Sebelumnya, grup percakapan ini viral karena berisi percakapan bernuansa mesum yang dilontarkan 16 mahasiswa kepada mahasiswi dan dosen FH UI. Jumlah korban pelecehan dari grup ini terdiri dari 20 mahasiswi dan 7 dosen FH UI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, menjelaskan pada mulanya grup tersebut dibentuk sebagai wadah komunikasi penghuni kos. Namun seiring waktu, arah pembicaraan di dalamnya berubah.

"Awalnya sih setahu saya itu grup kos-kosan ya. Tapi ke sananya nggak tahu juga gimana berkembang jadi seperti itu," jelasnya di Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (14/4/2026).

ADVERTISEMENT

Kuasa hukum korban pelecehan, Timotius Rajagukguk, menambahkan grup itu adalah grup kos transit yang dibuat sejak 2024. Para anggota grup bukan hanya orang-orang yang tinggal di kos itu.

"Tapi memang awalnya itu kosan transit. bukan hanya mereka yang bertempat tinggal di sana," ungkapnya.

Percakapan bermuatan seksual dalam grup itu mulai terungkap pada 2025. Namun, para korban disebut belum berani melaporkan atau membawa kasus ini ke ranah publik saat itu. Baru pada awal 2026, para korban mulai mencari pendampingan hukum hingga akhirnya kasus ini mencuat ke publik.

"Mereka kan baru mulai berhubungan dengan saya itu juga di 2026 awal. Makanya itu, ya akhirnya baru kita dapatkan momentum untuk menaikkannya di hari Sabtu malam, minggu lalu," ujarnya.

Mengenai penyebaran isi percakapan ke media sosial, pihak kuasa hukum mengaku tidak mengetahui identitas akun yang pertama kali mengunggahnya. Ia hanya menyebut penyebaran tersebut terjadi dalam konteks solidaritas.

"Untuk di-up ke sosial media itu sebagai ya solidaritas itu bersama-sama juga. Tapi untuk yang akun yang pertamanya itu, saya nggak tahu juga sih siapa," ungkapnya.

Timotius mengatakan jika korban dan pelaku kebanyakan adalah rekan seangkatan. Bahkan berada di kelas yang sama.

"Betul, kebanyakan satu kelas," ujarnya.

"Kalau korban adik tingkat ada. Adik tingkat ada, seangkatan ada, kakak tingkat ada, dosen pun kan ada. Makanya itu semuanya ada, tersebar," tambahnya.

Timotius mengatakan pihanya sudah bertemu dengan Satuan Tugas PPKS (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual). Pihaknya juga sudah menyerahkan kronologis dan bukti-bukti yang terkait dengan kasus.

"Mereka sih sangat membantu, sangat ingin menangani kasus ini sampai selesai dengan cepat juga. Tetapi memang menjelaskan akan ada beberapa hambatan-hambatan mungkin terkait dengan administrasi ya," ujarnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FH UI Cerminkan Rape Culture"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads