Kekerasan seksual yang terjadi di dunia pendidikan di Indonesia masih menjadi alarm yang belum berhenti menyala. Terbaru, kasus pelecehan di ruang chat melibatkan 16 pelaku yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI).
Bagi korban, apa yang dialami bisa berdampak secara berkepanjangan. Bagi pelajar khususnya, kekerasan seksual memengaruhi performa akademik.
Dalam sebuah penelitian oleh Lu'lu Nafisah dan Yuditha N K Rizqi dalam jurnal Al-Sihah: Public Health Science Journal bertajuk "Sexual Violence on Campus: Student Experiences and Perceptions of Institutional Responses", kekerasan seksual di pendidikan tinggi kerap melibatkan dinamika kekuasaan antara mahasiswa, staf akademik, hingga dosen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahasiswi jenjang sarjana merupakan salah satu golongan yang kerap menjadi target utama pelecehan secara verbal. Biasanya pelecehan verbal merupakan taktik awal untuk meningkatkan kekerasan seksual menjadi lebih buruk (Phipps, 2020; Pugh & Becker, 2018).
Lalu apa saja dampak yang dialami oleh korban pelaku kekerasan seksual?
Dampak Kekerasan Seksual terhadap Performa Akademik
Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh Nafisah dan Rizqi dalam studinya, tim konselor kampus yang bertindak sebagai responden menyebut mahasiswa yang mengalami kekerasan seksual kerap mengalami kemerosotan dalam performa akademik.
"Mereka bisa menghindari kelas, tidak melibatkan diri dari kehidupan kampus, bahkan mempertimbangkan untuk drop out. Trauma tidak hanya memengaruhi kesehatan mental mereka, hal tersebut juga mengganggu perjalanan akademik mereka seluruhnya," bunyi keterangan responden dalam studi tersebut.
Studi lainnya turut mengungkap secara spesifik dampak kekerasan seksual terhadap IPK (indeks prestasi kumulatif) dan angka wisudawan. Studi ini merupakan artikel kajian.
Penelitian tersebut ditulis oleh Taylor D Molstad dkk dengan judul "Sexual Assault as a Contributor to Academic Outcomes in University: A Systematic Review" dalam jurnal Trauma, Violence & Abuse. Sejumlah dampak kekerasan seksual terhadap performa mahasiswa berdasarkan kajian ini adalah:
- Korban kehilangan rasa kepercayaan diri dan kehilangan kendali setelah terjadinya kekerasan.
- Korban kerap kali menarik diri dari lingkungan.
- Korban melakukan cara penyelesaian yang maladaptif yang berkaitan dengan menghindari lingkungan sosial seperti menarik diri atau penyalahgunaan zat.
- Dikarenakan peningkatan depresi dan stres yang dialami, korban akan mengalami penurunan IPK.
- Individu yang pernah mengalami pelecehan seksual lebih cenderung putus kuliah, memiliki IPK lebih rendah, dan memiliki masalah dalam mengatur pembelajarannya.
Namun sebagai catatan, penelitian ini masih memiliki kekurangan dalam hal kurangnya keterwakilan minoritas ras dan seksual.
(nah/nwk)











































