Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof Dr Mukhamad Najib menyebut pihaknya memiliki skema program kemitraan untuk mendorong kolaborasi antarperguruan tinggi swasta (PTS).
Skema ini berupa program mentoring untuk memberikan ruang PTS yang telah unggul membina PTS-PTS di bawahnya. Najib menyebut skema ini diharapkan dapat membantu PTS-PTS berkembang.
"Skema kemitraan itu PTS-PTS yang sudah unggul membina PTS-PTS di bawah ini, jadi ini program kemitraan antar PTS," kata Najib di Gedung C Kemdiktisaintek, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PTS Harus Saling Bantu
Menurut Najib, saat ini bukan zamannya lagi PTS saling berebut dan berkompetisi. Ia melihat kolaborasi dapat menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi.
"Jadi kalau selama ini PTS itu ada masa di mana mereka harus kompetisi gitu ya, bersaing-bersaing, tapi tidak selalu harus bersaing selamanya. Ada masa di mana PTS-PTS itu harus berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, termasuk juga meningkatkan kualitas lulusan," kata Najib.
Program mentoring ini bukan hal baru. Pada tahun sebelumnya, skema ini telah berjalan dengan hasil positif. Satu PTS unggul bahkan mampu membina dua PTS lain.
"Nah tahun lalu itu sangat positif ya, itu kita ada satu perguluan tinggi membina dua perguluan tinggi swasta di bawahnya. Nah itu terjadi kolaborasi yang bisa membantu menolong perguruan tinggi itu untuk meningkatkan kualitasnya dan tahun ini insyaallah kita juga akan melaksanakan program-program tersebut," tambah Najib.
PTS Masih Terkendala Biaya-Mahasiswa
Najib tak menutup mata bahwa tantangan PTS-PTS saat ini masih berada dalam hal pendanaan hingga kualitas pembelajaran. Selain itu, banyak PTS juga kesulitan mencari mahasiswa baru.
Selain kemitraan, pemerintah juga memberikan berbagai bantuan lain bagi PTS salah satunya lewat Program Penguatan PTS (PP-PTS). Lewat PP PTS, kampus swasta bisa memperoleh pendanaan Rp 500 juta - Rp 650 juta untuk perbaikan pembelajaran dan fasilitas pembelajaran seperti laboratorium.
"Seperti misalnya sertifikasi dosen ya, jadi sertifikasi di perguruan tinggi-perguruan tinggi swasta itu juga dapat bantuan dari pemerintah. Nah jumlahnya itu juga cukup besar, kalau di presentasi itu apa namanya 72 persen dana sertifikasi dosen itu dialokasikan untuk PTS-PTS," tutur Najib.
(cyu/twu)











































