Pada pertengahan 2025 lalu, dunia pendidikan dihebohkan dengan kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menghentikan sementara pengajuan visa pertukaran pelajar dan pengunjung ke negara tersebut. Visa yang dimaksud adalah visa F, M, atau J.
Kebijakan ini sempat membuat khawatir mahasiswa internasional lantaran dinilai bisa menjadi kendala untuk melanjutkan mimpi kuliah di Negeri Paman Sam. Tetapi, apakah kebijakan ini masih berlangsung?
Kuasa Usaha Ad Interim di Misi AS untuk Indonesia, Kedutaan Besar AS, Peter Haymond mencoba menjawab. Ia membenarkan bila AS sempat meningkatkan kebijakan visa, tujuannya untuk menjamin keamanan dan memastikan siapa orang yang tepat untuk masuk ke negara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk prosedur visa AS, telah ada beberapa peningkatan, terutama untuk menjamin keamanan Amerika Serikat, untuk memastikan orang yang tepat (siapa yang bisa pergi)," jelasnya di sela-sela acara Alumni United States of America di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Pembatasan Terjadi Pada Tahun Lalu
Kendati demikian, kebijakan pengetatan penerimaan visa tersebut terjadi di tahun akademik lalu, yakni 2025-2026. Lebih lanjut, Haymond menyebut pelajar yang membutuhkan visa telah diwawancarai dan mungkin sudah berada di AS.
Bahkan, visa yang dikeluarkan lebih banyak dibandingkan seleksi tahun akademik sebelumnya. Ke depan, ia berharap bisa menerbitkan lebih banyak visa untuk mahasiswa Indonesia.
"Kami mengeluarkan lebih banyak visa daripada sebelumnya (dan) kami berharap dapat menerbitkan lebih banyak visa di masa mendatang (bagi) mahasiswa Indonesia yang diterima di Amerika Serikat," paparnya.
Ia kembali menegaskan, Kedutaan Besar AS ingin melihat lebih banyak mahasiswa Indonesia yang bisa kuliah ke negeri tersebut di masa depan. Untuk itu, berbagai kerja sama diluncurkan agar harapan itu bisa terwujud.
Pemerintah Jalin Kerja Sama Agar Visa Mahasiswa RI Lancar
Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie ikut melengkapi pernyataan Peter Haymond. Menurutnya Kedutaan Besar AS telah menjalani hubungan kerja sama yang erat dengan Kementerian.
Kerja sama ini menghasilkan bantuan yang sangat besar untuk penerbitan visa untuk mahasiswa Indonesia yang ingin berkuliah di AS.
"Kementerian juga bekerja sangat erat dengan kedutaan dan telah mendapatkan bantuan yang sangat besar dari kedutaan dalam hal visa untuk mahasiswa kami," ujar Stella melengkapi Haymond.
(det/det)











































