Empat mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil meraih juara kedua (runner-up) pada ajang International Student Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Centre for Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) di Universiti Putra Malaysia (UPM).
Keempat mahasiswa tersebut adalah Dastino Putra Rendy Lovind dan Anggie Fadillah Dwiva dari Teknik Bioproses, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), serta Livy Noer Azizah dan Rifda Alfia Safina dari IImu dan Teknologi Pangan, FTP. Mereka berhasil meraih penghargaan ini melalui gagasan BUDDY (Breast Urgency Detection Device with Thermography).
Mengutip keterangan resmi UB, ide yang mereka usung bernama BUDDY, sebuah sistem deteksi dini kanker payudara yang mengutilisasi kamera termal. Sistem ini dapat dijalankan melalui aplikasi di ponsel dan mampu memberikan hasil secara cepat dalam 5-10 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usung Inovasi BUDDY
BUDDY lahir dari kepekaan Dastino Putra Rendy Lovind dan tim terhadap keterbatasan pemeriksaan kanker payudara yang selama ini hanya mengandalkan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) dan SADANIS (pemeriksaan klinis).
Kedua metode tersebut masih menghadapi masalah rendahnya edukasi, ketidanyamanan, dan akses yang terbatas bagi masyarakat. Dastino kemudian menghadirkan alternatif yang bisa dilakukan sendiri di rumah dengan cepat dan mudah.
Cara kerja sistem ini dijelaskan Dastino. Pertama, pengguna mengisi survei, lalu difoto menggunakan kamera termal dari jarak 60 cm secara horizontal dari payudara. Data kemudian dikirim ke server BUDDY dan dianalisis menggunakan kecerdasan buatan (Al) yang dilatih melalui ribuan foto sampel dari DMR, anotasi Roboflow, dan Al YOLO v8. Sistem ini mampu mendeteksi lokasi, ukuran, serta stadium kanker payudara.
"Secara garis besar, aplikasi ini dibagi menjadi dua bagian yakni mata untuk melihat ide adalah kamera termal, lalu otaknya adalah perangkat lunak. Aplikasi ini juga disertai AI yang telah dilatih," jelas Dastino, salah satu tim mahasiswa FTP UBI, dikutip dari keterangan resmi kampus, Jumat (6/3/2026).
Didukung Kampus
Di balik prestasi ini, Dastino dan tim menghadapi kesulitan menutupi biaya registrasi sebagai finalis. Meskipun demikian, fakultas dan tim mereka memberikan bantuan sebagian dari total biaya.
"Agar mahasiswa berani untuk mengikuti lomba international, kami berharap pihak kampus dapat memberikan bantuan lebih banyak khususnya di bagian dana," tutur Dastino.
Selain meraih prestasi internasional, BUDDY telah didaftarkan hak patennya dengan nomor EC00202467457 sejak 18 Juli 2024. Dastino berharap ide ini bisa dikomersialisasikan atau dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan pemerintah dan pihak terkait.
Dastino mengingatkan bahwa keberhasilan hanya bisa diraih dengan berani mencoba. la mendorong mahasiswa lain untuk tidak takut mencoba segala macam lomba, baik di tingkat nasional maupun internasional.
(crt/pal)











































