Mahasiswa Indonesia kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Tim Nawasena dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 2 dalam ajang International Student Design Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Worldwide Ferry Safety Association (WFSA).
Dilansir dari laman resmi ITS, rancangan kapal feri ramah lingkungan bernama MV Great Idia ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi transportasi tidak hanya bisa meningkatkan keselamatan, tetapi juga mendukung upaya keberlanjutan energi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal Ramah Lingkungan di Sungai
Dalam kompetisi yang diikuti 18 tim dari sembilan negara tersebut, Tim Nawasena menghadirkan desain kapal feri MV Great Idia yang dirancang khusus untuk rute Lokoja-Onitsha di Sungai Niger, Nigeria. Kapal ini mengusung konsep transportasi air yang aman, efisien, dan berkelanjutan.
Ketua tim, Bachtiar Shifa Bahari, mengatakan kapal ini menggunakan desain lambung wave-piercing catamaran yang dapat meningkatkan stabilitas sekaligus mengurangi hambatan saat melaju di air.
"Kapal ini mengadopsi desain wave-piercing catamaran hull yang mampu mengurangi hambatan hidrodinamika, meningkatkan stabilitas, serta meningkatkan efisiensi operasional pada perairan dangkal," ujarnya.
Dengan panjang sekitar 35 meter dan lebar 11,4 meter, kapal tersebut dirancang mampu mengangkut hingga 200 penumpang serta 16 ton barang. Kapal ini juga dirancang untuk menempuh perjalanan sekitar lima jam dengan standar operasional yang aman dan andal.
Dari sisi energi, MV Great Idia menggunakan bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) yang lebih ramah lingkungan. Sistem kelistrikannya juga diperkuat panel surya dan teknologi waste heat recovery untuk meningkatkan efisiensi energi serta menekan emisi karbon.
Solusi Isu Infrastruktur dan Keselamatan
Selain aspek energi, desain kapal ini juga mempertimbangkan kondisi infrastruktur di rute pelayaran yang terbatas. Untuk itu, kapal dilengkapi forward ramp door dan onboard crane agar proses naik turun penumpang maupun bongkar muat barang tetap bisa dilakukan tanpa bergantung pada fasilitas pelabuhan permanen.
Tim Nawasena juga coba menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam rancangan kapal. MV Great Idia dirancang mengikuti standar klasifikasi kapal navigasi sungai dari Bureau Veritas.
Kapal ini turut dilengkapi sistem peringatan dini guna mencegah tabrakan di jalur penyeberangan yang padat, yang disebut dengan nama sistem Nawasena Navigation Assisted (NAVENA).
Prestasi ini menambah daftar keberhasilan Tim Nawasena dalam kompetisi desain kapal internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka secara konsisten meraih berbagai penghargaan dalam kompetisi yang diselenggarakan WFSA maupun organisasi maritim lainnya, seperti juara 3 kompetisi desain kapal mahasiswa dari Society of Naval Architects and Marine Engineers (SNAME), 2025.
(rhr/twu)











































