ITB Bina SMA Unggul Garuda di Ambon, Bantu Perkuat Kurikulum-Bahasa Inggris

ADVERTISEMENT

ITB Bina SMA Unggul Garuda di Ambon, Bantu Perkuat Kurikulum-Bahasa Inggris

Cicin Yulianti - detikEdu
Sabtu, 14 Feb 2026 15:00 WIB
Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Tatacipta Dirgantara dalam acara Wardah Inspiring Teacher (WIT) ke-8 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (14/2/2026).
Foto: Cicin Yulianti/detikEdu/Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Tatacipta Dirgantara dalam acara Wardah Inspiring Teacher (WIT) ke-8 di ITB, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (14/2/2026).
Jakarta -

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Tatacipta Dirgantara menyampaikan pihaknya diberi tugas oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk membina salah satu SMA Unggul Garuda di Ambon. Sekolah tersebut yakni SMA Siwalima Ambon.

Hal ini disampaikan dalam acara pembukaan Wardah Inspiring Teacher (WIT) ke-8 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (14/2/2026).

"Dan di sini juga hadir Bapak Kepala Sekolah dari Siwalima. Nah, ini silakan berdiri Pak. Ini undangan khusus kenapa? Karena selama tiga bulan ITB mendampingi SMA Siwalima yang terpilih menjadi Sekolah Garuda ya Pak," kata Tatacipta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bantu Benahi Kurikulum-Manajemen Sekolah

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof Irwan Meilano menyebut ITB akan membina SMA tersebut dari mulai manajemen sekolah hingga penguatan kurikulum.

"Ya jadi yang kami lakukan, pembinaan yang kami lakukan adalah yang pertama adalah manajemen sekolah. Jadi bagaimana dari mulai kepala sekolah terus kemudian kurikulum itu dikelola dengan baik," katanya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, yang utama adalah pembinaan kapasitas pembelajaran sains yang menjadi fokus SMA Unggul Garuda. ITB juga memberikan pendampingan belajar bahasa Inggris.

"Dan yang ketiga adalah peningkatan kapasitas siswa. Jadi kemudian dari mulai sains dasar kebetulan kami memiliki banyak dosen yang memiliki kapasitas tersebut kemampuan berbahasa Inggris karena kami berharap bahwa mereka bisa masuk ke kampus-kampus terbaik di Indonesia dan juga di tempat lain di luar negeri," imbuhnya.

ITB Tumbuhkan Kemauan Kuliah

Menurut Tatacipta, semula banyak siswa di daerah Ambon yang belum terlalu berminat kuliah. Namun, sejak para dosen bertandang langsung dan memberikan semangat, siswa mulai berkeinginan.

"Dari perbincangan kita, banyak adik-adik yang asalnya tidak kebayang mau kuliah di mana. Namun, setelah dosen-dosen ITB datang ke sana, akhirnya banyak yang berani untuk mendaftar ke perguruan tinggi terbaik," lanjutnya.

Selain membina siswa, ITB juga menyoroti pentingnya peran guru sebagai ujung tombak kualitas pendidikan. ITB melalui Direktorat Persiapan Bersama telah merancang program khusus untuk penguatan kapasitas guru.

Rektor ITB menyampaikan bahwa guru bukan sekadar mengajar materi akademik. Lebih jauh dari itu, guru harus menanamkan pendidikan karakter.

"Fondasi yang jauh lebih penting adalah bagaimana mengajarkan anak-anak kita mengatakan 'Mohon maaf', 'Tolong', dan 'Terima kasih'. Itulah yang membedakan apakah anak itu akan berhasil atau tidak di masa depan," tegasnya.

ITB Buka Program SSU untuk Siswa Berprestasi

Salah satu pemantik agar siswa bersemangat dan berjuang agar masuk ITB adalah lewat program Seleksi Siswa Unggul (SSU). Ini menjadi program baru ITB dalam penerimaan mahasiswa baru 2026.

"Jadi kita tidak lagi menggunakan definisi tersebut (jalur mandiri), kita menggunakan Seleksi Siswa Unggul dengan tujuan bahwa yang dipilih itu kita mencari siswa berdasarkan keunggulan dan semangat dari SSU," kata Irwan.

Irwan menyebut program ini tidak hanya melihat prestasi rapor dan akademik seperti yang ditekankan pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), tetapi menilai juga prestasi olahraga dan non-akademik lainnya.

"Tidak hanya nilai-nilai yang terlihat di dalam rapor atau hasil tes, tapi kita bisa melihat mereka misalnya punya kapasitas di bidang olahraga, walaupun itu ada juga di SNBP. Mereka punya kapasitas di bidang kesenian, keagamaan, apapun agamanya itu bisa diakomodir di SSU, termasuk mereka yang berada di siswa-siswa yang ada di luar daerah yang selama ini tidak terlalu banyak masuk ke ITB," kata Irwan.

SSU juga membuka peluang lebih luas bagi siswa yang masih terkendala jarak. Beberapa mahasiswa SSU pun berkesempatan dapat beasiswa full.

"Jadi kita sudah melihat beberapa daerah-daerah yang sangat potensial, yang bisa jadi kalau ikut tes itu mungkin tidak bisa bersaing secara adil dengan yang lain, tapi kita berikan afirmasi bagi mereka untuk punya kesempatan," tuturnya.




(cyu/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads