24 Program Pendidikan Dokter Spesialis Dibuka di PT Muhammadiyah-Aisyiyah

ADVERTISEMENT

24 Program Pendidikan Dokter Spesialis Dibuka di PT Muhammadiyah-Aisyiyah

Serly Putri Jumbadi - detikEdu
Jumat, 13 Feb 2026 19:09 WIB
UMY
Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Bantul -

Sebanyak 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) telah diluncurkan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. 24 PPDS tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yulianto.

Peresmian 24 PPDS ini digelar di Gedung UMY Student Dormitory, Kasihan, Bantul hari ini. Brian mengapresiasi langkah Muhammadiyah yang menghadirkan program spesialis tersebut. Namun, ia tetap mengingatkan agar kualitas tetap menjadi prioritas utama.

"Kalau sudah dapat, suka lupa, jadi tolong kualitas dijaga. Jangan sampai nanti dievaluasi nilainya jelek. Kita tunjukkan memang karena kualitasnya," ujar Brian dalam sambutannya, Jumat (13/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu sempat disampaikan, 'Pak Menteri, buka dong spesialis, belum ada Muhammadiyah.' Sekarang alhamdulillah bisa 24. Ini tentu berkat kerja bersama banyak pihak," katanya.

ADVERTISEMENT

Brian menekankan pengembangan program spesialis harus tetap berorientasi pada pengabdian dan kualitas. Ia juga mendorong agar akses pendidikan spesialis tetap terbuka bagi berbagai kalangan.

"Niat kita adalah menghasilkan dokter-dokter spesialis yang berkualitas dan mengabdi sepenuh hati. Kalau niatnya baik, insyaallah dampak lainnya akan mengikuti," tuturnya.

"Kalau memang memungkinkan, tetap ada ruang bagi mereka yang kurang mampu. Supaya manfaatnya bisa dirasakan lebih luas," tambahnya.

Selain itu, Brian juga menyinggung pentingnya peningkatan kualitas layanan rumah sakit pendidikan. Ia berharap ke depan akan ada rumah sakit Muhammadiyah yang bisa berkembang menjadi rujukan berkelas internasional.

"Kita perlu memilih bidang unggulan, kita dorong bersama-sama supaya menjadi contoh rumah sakit berkelas internasional. Jangan sampai kita terus berobat ke luar negeri, padahal potensinya ada di dalam negeri," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk menghadirkan program spesialis dengan standar mutu yang baik.

"Sejak awal ditegaskan, kalau membikin program, tidak mau yang abal-abal. Apalagi ini menyangkut kesehatan," kata Agus.

Menurutnya, peluncuran 24 PPDS ini merupakan bagian dari langkah strategis Muhammadiyah dalam membangun ekosistem kesehatan yang terintegrasi, mulai dari pendidikan, pelayanan rumah sakit, hingga pengembangan sektor pendukung lainnya.

"Apa yang kita lakukan ini menjadi perjalanan panjang dalam rangka Muhammadiyah untuk menyusun ekosistem tersendiri dalam membangun kesehatan itu, yang oleh teman-teman majelis sering disebut sebagai Muhammadiyah Health Ecosystem," ujarnya.

"Ekosistem kesehatan itu bukan sekadar penyiapan SDM dan pelayanan. Ada bagian-bagian lain juga harus kita siapkan dan itu akan melibatkan sekian banyak bidang yang bisa kita kerjasamakan bersama perguruan tinggi Muhammadiyah ini," pungkasnya.




(akn/ega)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads