BRIN Danai 130 Proyek Riset Kolaborasi Global Bernilai Rp 190 M, Libatkan Kampus

BRIN Danai 130 Proyek Riset Kolaborasi Global Bernilai Rp 190 M, Libatkan Kampus

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Kamis, 12 Feb 2026 18:09 WIB
Gedung BRIN
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Badan Riset dan Inovasi (BRIN) semakin memperluas jangkauan risetnya melalui skema kolaborasi BRIN Danapedia: Riset Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kolaborasi. Proyek riset kolaborasi global senilai Rp 190 miliar ini melibatkan ratusan instansi, termasuk perguruan tinggi.

Sejauh ini, RIIM Kolaborasi telah menyaring lebih dari 1.400 proposal dan 130 proyek yang sudah berjalan dengan keseluruhan dana penelitian sebesar Rp 190 miliar. Proyek-proyek tersebut adalah hasil kerjasama bilateral dan multilateral dengan 20 mitra global yang melibatkan 84 instansi/lembaga riset dalam negeri dan 119 dari luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Datanya itu 84 instansi, itu termasuk perguruan tinggi, termasuk BRIN, dan itu yang di dalam negeri ya, yang sudah diberikan pendanaan. Dan 119 instansi lembaga riset perguruan tinggi di luar negeri, yang terlibat di 130 kegiatan," ujar Deputi Bidang Fasilitas Riset dan Inovasi BRIN Dr Eng Agus Haryono, dalam acara Melodi yang berlangsung di Gedung B.J Habibie, Jl M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat pada Rabu (11/2/2026), ditulis Kamis (12/2/2026).

Dari jumlah keseluruhan mitra, perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, dan periset kampus juga terlibat di dalamnya. BRIN menegaskan untuk terus berupaya memperluas kolaborasi riset internasional ini, supaya hasil riset dan periset Indonesia dapat bersaing dengan periset luar negeri.

ADVERTISEMENT

"Saya berharap dengan kolaborasi internasional ini, semakin banyak riset-riset kita yang bisa bergaul di tataran internasional, di level yang lebih tinggi, dan tentu ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi luar sekitar untuk pembangunan nasional, untuk peningkatan kapasitas riset kita, dan juga untuk meningkatkan investasi di bidang bisnis," imbuh Agus.

Sejauh ini BRIN sudah melahirkan dan membangun berbagai kolaborasi pendanaan riset internasional, baik secara bilateral maupun multilateral. Mitra-mitra yang telah bergabung terdiri dari:

Mitra Bilateral:

  • Australia, dengan skema KONEKSI;
  • Jepang, dengan beberapa mekanisme seperti JST, JSPS, SATREPS, dan NEDO;
  • Tiongkok, Ministry of Science and Technology (MOST);
  • Malaysia, Malaysian Industry-Government Group for High Technology (MIGHT);
  • Turki, The Scientific and Technological Research Council of TΓΌrkiye (TÜBΔ°TAK).

Mitra Multilateral:

  • e-ASIA Joint Research Program;
  • SEA-EU Joint Funding Scheme (SEA-EU JFS);
  • Belmont Forum.

Selain itu, BRIN juga sedang memproses kerja sama dengan National Natural Science Foundation of China (NSFC) dan National Research Foundation (NRF) Singapore. Langkah ini adalah keseriusan BRIN untuk terus melakukan ekspansi kerjasama riset internasional, sekaligus memperkuat daya saing riset nasional.

Dikutip dari BRIN, seluruh pendanaan skema riset RIIM Kolaborasi ini didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dengan ini, LPDP juga mendukung penuh kesadaran riset dan berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memperluas jangkauan riset internasional.

"Jadi kami akan senantiasa mendukung, ini bagus ya, selalu berkomitmen, tidak hanya sampai tahun ini, semoga ini nanti kepentingan akan selalu bertambah, sehingga nanti untuk mendukung kendaraan riset, baik RIIMK, maupun lainnya, akan semakin banyak gitu ya. Harapan kami mitra-mitra atau kerjasama riset dengan mitra-mitra internasional ini semakin banyak," ujar Kepala Subdivisi Kerjasama Pendanaan Riset, LPDP Najib Husein.




(nwk/nwk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads