CEO NSEI Paragon Ungkap Biaya Riset Perusahaan Luar Negeri 3 Kali Penelitian Kampus

ADVERTISEMENT

CEO NSEI Paragon Ungkap Biaya Riset Perusahaan Luar Negeri 3 Kali Penelitian Kampus

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 11 Feb 2026 13:00 WIB
CEO NSEI Paragon, Salman Subakat dalam peresmian Collabhub by ParagonCorp di GIK UGM pada Rabu (11/2/2026)
Foto: Novia Aisyah/detikcom
Jakarta -

Kini ada ruang istimewa di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (UGM). Pagi ini, Rabu (11/2/2026). ParagonGorp bersama UGM meresmikan Collabhub by ParagonCorp.

Rektor UGM menyebut spot baru di kampusnya ini sebagai laboratorium sosial. Menariknya, meski berada di lingkungan UGM, Collabhub tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa UGM, melainkan juga bagi masyarakat umum.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi penguatan kolaborasi antara dunia akademik dan industri untuk mendukung kreativitas, inovasi, dan talenta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebetulan Pak menteri juga bilang, 'Mas Salman, tolong diajak temen-temen perusahaan lain', Jadi kami dengan senang hati mengajak perusahaan-perusahaan lain," kata CEO NSEI Paragon, Salman Subakat.

"Kebetulan kami diberikan talent-talent yang luar biasa, sehingga bisa berinovasi. Kami dengan senang hati berbagai gitu. Bagaimana kalau inovasi itu memang harus bareng-bareng," ujarnya lagi.

ADVERTISEMENT

Biaya Riset di Perusahaan Luar Negeri Lebih Besar dari Kampus

Salman mengatakan di perusahaan-perusahaan luar negeri anggaran penelitian bisa mencapai tiga kali biaya penelitian di kampus.

"Di luar negeri itu biaya research di perusahaan itu tiga kali research di kampus. Jadi research nya di kampus, development-nya di perusahaan. Mudah-mudahan kita mencapai hal itu," jelasnya.

"Biaya RnD (research and development) di kami itu memang 2-3 persen, tapi di perusahaan lain itu kurang dari satu persen," ungkapnya.

Ia menegaskan, meskipun biaya penelitian di perusahaannua tergolong besar, tetapi dapat dibuktikan akan balik modal dengan cepat.

Collabhub Paragon di GIK UGM ini diniatkan menjadi ruang pertemuan gagasan lintas disiplin. Di dalamnya terdapat area yang luas untuk berdiskusi, belajar, hingga tempat praktik cetak tiga dimensi.




(nah/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads