Generasi Z atau akrab dipanggil gen z adalah mereka yang dikategorikan lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Sebagian besar dari mereka sudah memasuki dunia perkuliahan. Namun, seperti apa kampus dan jurusan yang dicari Gen Z?
Pakar di bidang karier yang menjadi mitra Southern New Hampshire University (SNHU), Brooke Brigham, mengatakan bahwa Gen Z merupakan generasi yang melek teknologi. Sejak lahir, mereka sudah berada di era dunia digital yang semakin canggih.
Kondisi ini membuat Gen Z lebih melihat sesuatu dengan efektivitas. Termasuk gaya belajar yang lebih singkat hingga menyukai pembelajaran pengalaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak juga yang lebih suka belajar dalam sesi singkat dan menerapkan pengetahuan dengan cepat, baik melalui sumber daya video, studi kasus, pembelajaran pengalaman, atau simulasi lainnya," ucap Brigham, dikutip dari SNHU.
6 Kriteria Kampus dan Jurusan Kuliah yang Diincar Gen Z
1. Memiliki Prospek Karier yang Relevan
Penasehat akademik di SNHU, Morgan Vaca menyebut, Gen Z lebih erencana dalam hal karier dibanding generasi sebelumnya. Mereka lebih termotivasi dan fokus untuk mencapai tujuan karier masa depannya.
Dalam memilih jurusan kuliah, rata-rata Gen Z akan mempertimbangkan karier apa yang akan dipilih ke depannya. Menurut laporan World Economic Forum, gen z dinilai lebih kompetitif dan realistis dalam menghadapi pasar kerja dibanding generasi sebelumnya.
"Mahasiswa Gen Z saya memiliki gagasan yang jelas tentang gelar apa yang ingin mereka raih dan mengapa mereka berada di program tersebut," kata Vaca.
2. Fleksibel
Gen Z dikenal sebagai generasi yang nyaman dengan fleksibilitas. Misalnya, sistem pembelajaran yang dikombinasikan dengan praktik dan daring atau online.
Bagi Gen Z, fleksibilitas bisa menawarkan banyak ruang dan lebih bermanfaat untuk yang kuliah sambil bekerja.
3. Fasilitas yang Inklusif
Gen Z dikenal sebagai generasi yang peduli dengan lingkungan dan keberagaman. Menurut Vaca, kampus yang inklusif lebih dipertimbangkan oleh Gen Z.
"Seiring dunia menjadi lebih mudah diakses, mahasiswa Generasi Z telah meningkatkan kesadaran bahwa universitas perlu bekerja sama untuk menjadi lebih inklusif," ujarnya.
Hal ini termasuk mempermudah akses untuk penyandang disabilitas hingga lokasi yang mudah diakses. Selain itu, juga akses internet yang bisa membantu tugas-tugas perkuliahan.
4. Fasilitas Teknologi yang Interaktif
Sebagai generasi yang tumbuh bersamaan dengan kemajuan teknologi, membuat Gen Z terbiasa dengan aksesibilitas teknologi yang canggih. Tujuannya yaitu agar pembelajaran lebih efektif dan tetap produktif.
"Generasi Z memiliki akses yang hampir tak terbatas terhadap teknologi, informasi, dan perangkat, yang memberi mereka keunggulan tertentu yang belum pernah ada sebelumnya," kata Victoria Wacik, ketua tim penerimaan mahasiswa di SNHU.
Di sisi lain, daya eksplorasi Gen Z terhadap teknologi juga tinggi. Jadi kampus dengan fasilitas teknologi yang interaktif akan lebih bisa dilirik oleh Gen Z.
5. Lingkungan yang Mendukung
Lingkungan kampus dan jurusan secara umum juga menjadi pertimbangan Gen Z. Misalnya, bagaimana dosen dan civitas akademika bisa mendukung selama perkuliahan.
Beberapa Gen Z menginginkan berada di lingkungan yang ramah dan terbuka untuk membantu mereka dalam meraih gelar serta memiliki banyak pengalaman.
Gen Z Mengubah Cara Kerja Pendidikan Tinggi
Menurut Vaca, cara pandang Gen Z terhadap inklusivitas dan pembelajaran canggih, membuat kampus-kampus mengubah cara kerjanya. Kampus-kampus terus berupaya bisa menjawab tantangan zaman termasuk para Gen Z.
"Setiap generasi telah mengubah cara kerja pendidikan tinggi, dan itu bagus," kata Vaca.
"Mahasiswa Gen Z juga telah mengadvokasi agar universitas bertanggung jawab untuk menyediakan konten kelas yang selaras langsung dengan tujuan karier mereka," imbuhnya.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(sls/faz)











































