Antisipasi Ijazah Palsu, Udinus Gunakan Teknologi Blockchain

ADVERTISEMENT

Antisipasi Ijazah Palsu, Udinus Gunakan Teknologi Blockchain

Artika Sari - detikEdu
Jumat, 30 Jan 2026 17:47 WIB
Antisipasi Ijazah Palsu, Udinus Gunakan Teknologi Blockchain
Foto: Universitas Dian Nuswantoro
Jakarta -

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengambil langkah antisipatif terhadap maraknya pemalsuan ijazah di Indonesia. Kampus tersebut resmi menjadi universitas pertama di Tanah Air yang menerapkan sistem ijazah 100 persen berbasis teknologi blockchain.

Penerapan ijazah berbasis blockchain itu ditandai dengan peresmian Indonesia Blockchain Center (IBC) Chapter Udinus, yang menjadi pusat studi dan pengembangan teknologi blockchain di Jawa Tengah. Fasilitas ini merupakan hasil kerja sama Udinus dengan Dubai Blockchain Center, Indonesia Blockchain Center, serta Sealbound UAE.

Rektor Udinus, Prof. Pulung Nurtantio Andono, menyampaikan penerapan sistem ijazah 100 persen berbasis blockchain ini bertujuan untuk memastikan keaslian ijazah, mencegah pemalsuan, hingga memudahkan verifikasi di skala global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Implementasi ini bertujuan untuk memastikan keaslian ijazah, mencegah pemalsuan, hingga memudahkan verifikasi di skala global. Melalui kolaborasi global ini, Kami siap menjadi pusat pengembangan blockchain dan pencetak talenta digital berstandar internasional," terang Prof. Pulung dalam keterangan tertulis, pada Jumat (30/01/2026).

ADVERTISEMENT

Pusat studi blockchain pertama di Jawa Tengah tersebut akan berlokasi di Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Udinus. Didukung oleh 30 trainer bersertifikat dari Indonesia Blockchain Center dan Dubai Blockchain Center.

Trainer tersebut sudah memiliki sertifikat internasional, karena sebelumnya telah mengikuti kegiatan Training for Trainers (ToT) di Udinus. Bersama narasumber yang berafiliasi dengan Dubai Blockchain Center, diantaranya Ms. Moussa Alshhehi dari Sealbound dan Mr. Chantal Donelan dari NEXSTOX.

Sementara itu, Perwakilan IBC, Hambali, menyebutkan Udinus sebagai role model nasional dalam memanfaatkan teknologi. Pihaknya bersama Dubai Blockchain Center juga memberikan penghargaan kepada Rektor Udinus atas kepemimpinannya dalam mendorong transformasi digital dan pengembangan blockchain di pendidikan tinggi.

"Udinus akan menjadi contoh bagi kampus lain dalam penggunaan blockchain untuk pendidikan, sertifikasi, dan sistem anti-fraud," ungkapnya.

Dengan langkah ini, Udinus tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga menjamin keamanan masa depan karir mereka melalui ijazah yang terpercaya dan diakui secara global.

(akn/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads