Inggris Setop Targetkan Terima Mahasiswa Asing, Dorong Ekspansi Kampusnya ke LN

Inggris Setop Targetkan Terima Mahasiswa Asing, Dorong Ekspansi Kampusnya ke LN

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Rabu, 21 Jan 2026 19:30 WIB
Inggris Setop Targetkan Terima Mahasiswa Asing, Dorong Ekspansi Kampusnya ke LN
Perpustakaan Oxford Inggris. Foto: Getty Images/Christopher Furlong
Jakarta -

Pemerintah Inggris menghentikan target kuota penerimaan mahasiswa asing dan mendorong kampus membuka cabang di luar negeri. Strategi itu bertujuan untuk meningkatkan ekspor pendidikan hingga Β£40 miliar (Rp 907,7 triliun) per tahun pada tahun 2030.

Tadinya sejak 2019, Inggris menargetkan 600.000 mahasiswa internasional per tahun untuk belajar di Inggris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Inggris Bridget Phillipson menyarankan penghapusan target mahasiswa asing dan menggantinya dengan strategi mendorong kampus membuka cabang di luar negeri untuk memperluas ekspor pendidikan.

"Dengan ekspansi ke luar negeri, universitas, perguruan tinggi, dan penyedia pendidikan kita dapat mendiversifikasi pendapatan, memperkuat kemitraan global, serta memberi jutaan orang akses ke pendidikan kelas dunia di depan pintu mereka sendiri, sambil mendorong pertumbuhan di dalam negeri," kata Phillipson dilansir dari Guardian, dikutip Rabu (21/1/2026).

ADVERTISEMENT

Departemen Pendidikan Inggris menjelaskan, strategi baru ini akan fokus pada memperluas pendidikan Inggris ke pasar internasional, membangun kemitraan di luar negeri, dan menghadirkan pendidikan Inggris di wilayah baru. Sementara itu, pemerintah menegaskan tetap akan menyambut mahasiswa internasional yang belajar di kampus-kampus di Inggris.

"Pendekatan ini menghapus target jumlah mahasiswa internasional di Inggris dan menggeser fokus ke arah peningkatan ekspor pendidikan ke luar negeri dengan mendukung penyedia pendidikan Inggris untuk berekspansi secara internasional, membangun kemitraan di luar negeri, dan memberikan pendidikan Inggris di pasar baru," kata Departemen Pendidikan Inggris.

Departemen Pendidikan juga akan memperketat syarat dan standar penerimaan mahasiswa asing. Syarat yang diperketat ini menjadi filter untuk memastikan kualitas mahasiswa asing yang sungguh-sungguh ingin belajar. Universitas akan menghadapi pembatasan perekrutan dan pencabutan izin jika para mahasiswa asing ini gagal memenuhi standar tersebut.

Presiden Universities UK, Prof Malcolm Press, menyambut baik strategi ini. Ia menilai langkah-langkah tersebut menunjukkan komitmen baru Inggris.

"Langkah ini menunjukkan komitmen baru Inggris untuk memperkuat jangkauan global, reputasi, dan dampak universitas kita," ujarnya.

Ditambahkan, Presiden Himpunan Mahasiswa UK (National Union Student of UK/NUS UK), Amira Campbell mengatakan mahasiswa ingin belajar bersama teman sebaya mereka, bukan di benua berbeda. Ia menekankan, keberadaan mahasiswa internasional bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang akan mereka bawa ke negeri mereka masing-masing.

"Kami tahu nilai rekan-rekan mahasiswa internasional jauh lebih besar daripada nilai ekonomi, tetapi juga keterampilan, pengalaman, dan pengetahuan yang mereka bagikan. Pemerintah harus memastikan pengajaran berkualitas tinggi dan pengalaman universitas yang menyeluruh yang dinikmati mahasiswa di Inggris hadir di semua kampus cabang, termasuk di luar negeri," kata Campbell.

Dalam anggaran musim gugur tahun 2025 lalu, pemerintah Inggris mengumumkan pungutan baru untuk mahasiswa internasional sebesar Β£925 (Rp 20,9 juta) per mahasiswa per tahun studi. Dampaknya, jumlah mahasiswa internasional yang belajar di Inggris sempat menurun. Data per Juni 2025, tercatat 431.725 visa studi disponsori, turun 18% dibanding tahun sebelumnya dan 34% lebih rendah dari puncaknya 652.072 pada 2023.

Namun, data Universities & Colleges Admissions Service (UCAS) menunjukkan pendaftar program sarjana internasional justru naik 2,2% menjadi 138.460, dengan jumlah pelamar dari China meningkat 10%.

Sementara itu, sekitar 620.000 mahasiswa terdaftar di universitas Inggris di luar negeri, tersebar di hampir 200 negara dan wilayah. Untuk membuka kampus cabang di luar negeri, institusi harus mematuhi regulasi setempat. Departemen Pendidikan Inggris pun berjanji membantu mempermudah birokrasi agar ekspansi internasional lebih mudah.

Pemerintah juga membentuk kelompok kerja sektor pendidikan yang bekerja sama dengan universitas, sekolah, dan institusi pendidikan internasional lain di Inggris untuk membuka 'sumbatan' ekspansi luar negeri.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Inggris Izinkan AS Pakai Pangkalannya untuk Pertahanan Khusus"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads