Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah membuka pendaftaran program Mahasiswa Berdampak untuk pemulihan pascabencana di Sumatera. Kemdiktisaintek menyebut akan mengirimkan hingga 10.000 mahasiswa untuk program ini.
Nantinya mahasiswa akan mengisi ruang pemulihan berbasis pendampingan yang krusian saat fase early recovery. Kemdiktisaintek membuka pendaftaran untuk 150 proposal. Maksimal pendanaan program ini hingga Rp 120 juta per proposal.
Berapa Lama Program Berlangsung?
Mahasiswa akan melaksanakan program ini dengan menetap selama sekitar 1 bulan di lokasi terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sasaran program ini adalah mahasiswa perguruan tinggi yang mempunyai SK resmi seperti BEM di tingkat universitas, BEM di tingkat fakultas, unit kegiatan mahasiswa, dan himpunan mahasiswa. Tim mahasiswa minimal terdiri dari 50 orang dan berisi berbagai multidisiplin.
Jadwal Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera
1. Fase 1 (Pendaftaran)
- Pengumuman dan sosialisasi: 14 Januari
- Pembukaan pengajuan usulan: 15-20 Januari
- Persetujuan LPPM: 21 Januari
- Penilaian administrasi dan substansi: 22-24 Januari
- Pleno dan penetapan penerima: 25 Januari
2. Fase 2 (Persiapan)
- Proses penandatanganan kontrak: 26-27 Januari
- Pencairan dana (tentatif): 28 Januari
- Pelepasan mahasiswa ke lokasi: 28 Januari
3. Fase 3 (Pelaksanaan)
- Pelaksanaan program di lokasi (1 bulan): 28 Januari- 28 Februari
4. Fase 4 (Pelaporan)
- Mahasiswa kembali ke kampus: 2 Maret
- Batas akhir pengumpulan laporan kegiatan: 10 Maret
- Evaluasi hasil: 16 Maret
Apa Saja yang Akan Dilakukan?
- Peningkatan akses layanan publik dan fasilitas umum
- Peningkatan dan pemulihan ekonomi
- Peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas masyarakat
- Pemenuhan kebutuhan kesehatan
- Memperkuat ketahanan komunitas pascabencana.
Informasi terkait program ini juga bisa dilihat melalui bima.kemdiktisaintek.go.id.










































