3 Jenis Gap Year dan Manfaatnya: Saatnya Libur Sekolah yang Nggak Sekadar Liburan

ADVERTISEMENT

3 Jenis Gap Year dan Manfaatnya: Saatnya Libur Sekolah yang Nggak Sekadar Liburan

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Minggu, 18 Jan 2026 08:00 WIB
3 Jenis Gap Year dan Manfaatnya: Saatnya Libur Sekolah yang Nggak Sekadar Liburan
Masa gap year dapat diisi dengan menjelajahi tempat baru untuk menambah pengalaman lintas budaya. Foto: iStock
Jakarta -

Sebelum memulai kehidupan kuliah, sejumlah siswa terutama di luar negeri memilih untuk mengambil waktu jeda selama setahun, dikenal sebagai gap year. Masa ini bukan cuma untuk "rehat" dari pelajaran, tetapi juga sebagai momentum mengeksplorasi dunia sekaligus mengenali diri secara lebih mendalam.

Dilansir dari Find Education UK, gap year sering dianggap sebagai kesempatan emas untuk mencoba hal baru sebelum memasuki dunia kampus. Dari jalan-jalan lintas negara, menjadi relawan, sampai menjajal pengalaman kerja. Hal tersebut memberikan manfaat berbeda bagi pengembangan diri.

Melansir laman tersebut, gap year umumnya terbagi menjadi tiga jenis utama: travelling gap year, volunteering gap year, dan working gap year. Masing-masing punya cara unik untuk membantu seseorang tumbuh sebelum kembali ke bangku kuliah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Travelling Gap Year: Belajar Dunia dari Dunia Nyata

Bagi sebagian orang, gap year berarti menjelajah dunia. Dari Asia Tenggara yang eksotis, budaya Amerika Latin yang hangat, hingga sejarah panjang Eropa, setiap perjalanan bisa jadi ruang belajar yang nyata. Penjelajahan juga dapat diisi dengan mengunjungi tempat-tempat di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

Mengutip Find Education UK, banyak peserta gap year yang mengombinasikan aktivitas wisata dengan mengikuti sekolah bahasa atau program homestay di negara tujuan. Melalui cara ini, siswa tidak hanya menikmati liburan, tetapi juga memperoleh pengalaman lintas budaya serta keterampilan baru yang bermanfaat untuk masa depan.

Volunteering Gap Year: Memberi Dampak Nyata

Bagi yang ingin mengisi masa libur dengan aktivitas lebih bermakna, gap year dapat dimanfaatkan untuk mengikuti kegiatan sukarelawan. Beragam program sosial terbuka bagi peserta dari berbagai negara, mulai dari membantu pembangunan sekolah di Asia Tenggara hingga mendukung gerakan lingkungan di dalam negeri.

Mengutip Find Education UK, aktivitas sukarela ini kerap memadukan unsur perjalanan dan pengabdian sosial. Peserta tidak hanya menjelajahi tempat baru, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan.

Proyek amal di luar negeri memberikan pengalaman lintas budaya sekaligus kesempatan berkontribusi secara nyata. Meski demikian, kegiatan serupa di dalam negeri tak kalah bernilai karena mampu membuka wawasan baru tentang kehidupan serta membantu peserta merefleksikan arah masa depan yang ingin ditempuh.

Working Gap Year: Cicip Dunia Kerja Sebelum Kuliah

Bagi calon mahasiswa yang menginginkan pengalaman lebih profesional, program working gap year dapat menjadi opsi menarik. Masa jeda ini dimanfaatkan untuk mengikuti magang atau bekerja di sektor industri yang diminati. Selain memperkaya pengalaman kerja, langkah tersebut juga membantu peserta menentukan arah karier sejak dini.

Mengutip Find Education UK, program magang selama gap year memungkinkan siswa mengenal dunia kerja lebih awal. Melalui aktivitas tersebut, mereka dapat mengidentifikasi jenis pekerjaan yang sesuai dengan minat sekaligus meningkatkan nilai jual pada curriculum vitae (CV) sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Di tengah persaingan masuk universitas dan pasar kerja yang kian kompetitif, pengalaman profesional semacam ini dinilai mampu menjadi pembeda yang signifikan bagi para pelajar.




(rhr/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads