Presiden Prabowo Subianto menambahkan senilai Rp 4 triliun untuk dana riset kampus usai menghadiri forum rektor dan guru besar di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (17/1/2026) lalu.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan usai pertemuan rektor dan guru besar tersebut. Penambahan dana riset ini juga termasuk untuk mendorong kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
"Dan oleh karena itulah dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp 4 triliun, yang harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN," lanjut Prasetyo dikutip dari detikNews, Sabtu (17/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, dana riset kampus dianggarkan sebesar Rp 8 triliun. Sehingga kini total dana riset kampus mencapai Rp 12 triliun.
"Tadi di dalam pertemuan ada beberapa yang kemudian juga disampaikan kepada Bapak Presiden dan Bapak Presiden telah mengambil beberapa keputusan. Salah satunya adalah dilaporkan bahwa dana riset di perguruan tinggi itu nilainya hanya Rp 8 triliun, itu setara dengan 0,34 persen dari APBN kita," katanya.
Dana Berfokus untuk Riset Pangan-Energi
Prasetyo juga menjelaskan urgensi riset nasional ke depannya untuk bidang swasembada pangan dan energi. Dua aspek tersebut merupakan kebutuhan strategis bangsa.
Selain itu, riset diarahkan dan dapat diproyeksikan untuk agenda besar. Contohnya industrialisasi dan hilirisasi.
"Beliau memberikan penekanan bahwa riset-riset tersebut diutamakan untuk, yang pertama mengejar swasembada pangan. Kemudian mengejar swasembada energi. Yang ketiga mempersiapkan industrialisasi dan hilirisasi yang tahun ini akan mulai dilakukan groundbreaking besar-besaran yang tentunya membutuhkan sumber daya-sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Mensesneg.
Riset Akan Tangani 18 Proyek Strategis
Hadir pula pada kesempatan yang sama Menteri Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto. Ia mengatakan pemerintah tengah menggerakan 18 proyek strategis.
"Itu diharapkan perguruan tinggi mem-backup dengan riset yang kuat sehingga kemandirian kita terhadap hilirisasi industri menjadi cukup tinggi," ujarnya.
Salah satu contoh proyek tersebut adalah industri waste to energy. Dalam bidang energi, riset juga akan membantu kajian industri mineral dan pangan.
"Tadi sesuai arahan bahwa kita akan membangun cukup banyak industri yang akan dilokomotifi oleh Danantara mulai dari industri waste to energy, hilirisasi mineral pangan dan sebagainya tadi ada 18 proyek strategis," kata Brian.
