Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Stella Christie ceritakan bagaimana awal mula perkenalannya dengan Presiden Prabowo.
"Saya tidak mengenal (secara personal) Presiden Prabowo sebelumnya. Sungguh, saya jadi kenal dengan Presiden karena data yang beliau minta sebagai saran pada 2024," ujar Stella dalam Indonesia-Japan Workshop on New Energy and Industrial Technology pada Selasa (6/1/2026) yang disiarkan melalui YouTube Kemdiktisaintek.
"Jadi saya tidak pernah membayangkan sampai Presiden akan memberikan kesempatan kepada ilmuwan untuk menempati peran sebagai Wakil Menteri," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stellah menceritakan, ia telah dua dekade berada di luar negeri. Ia menghabiskan waktu selama 16 tahun di Amerika Serikat dan 6,5 tahun di China sebelum akhirnya tahun lalu dipanggil oleh Presiden Prabowo agar kembali ke Indonesia dan bertugas sebagai Wamendiktisaintek.
Ia menyebut dirinya sejatinya merupakan seorang ilmuwan dan tidak datang dari latar belakang politik.
"I'm 100% a scientist," ucapnya.
Dari arsip detikEdu, Stella pernah menuturkan, ia semula diminta Prabowo sebagai ilmuwan untuk memberikan data-data mengenai makan siang gratis yang kini dikenal dengan nama program Makan Bergizi Gratis. Sebagai ilmuwan, ia meneliti apakah makan gratis memberi dampak pada siswa. Data yang dimiliki Stella menyebutkan prestasi akademik para siswa yang mendapat makan gratis meningkat daripada yang tidak.
(nah/nwk)











































