Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Mukhamad Najib menyampaikan ke depannya Kemendiktisaintek akan memberikan bantuan biaya akreditasi prodi di perguruan tinggi swasta (PTS).
"Kemudian bantuan akreditasi program studi ya. Karena kemarin program studi kan akreditasi tetap berbayar ya. Tapi ke depan insyaallah semua PTS akan mendapatkan ini. Karena untuk status akreditasi semua akan dibayar oleh pemerintah," katanya dalam acara Urun Rembuk: Masa Depan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia di Universitas Paramadina, Kampus Cipayung, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).
Najib menyebut pemerintah juga telah memberikan bantuan lain untuk PTS-PTS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penambahan Kuota KIP Kuliah
Contoh bantuan lainnya adalah bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Ia berusaha meningkatkan jumlah bantuan KIP Kuliah untuk PTS.
"Nah kalau kita lihat ini dari tahun ke tahun ini KIP Kuliah untuk PTS itu jumlahnya terus meningkat. Nah jadi mudah-mudahan kalau DPR mengalopasikan lebih banyak lagi tentu proporsi untuk PTS lebih banyak lagi," katanya.
72 Persen Tunjangan Profesi untuk Dosen PTS
Najib juga menyebut sebanyak 72 persen alokasi tunjangan dosen disalurkan untuk dosen di PTS. Capaiannya senilai Rp 8,4 triliun.
"Jadi 72 persennya untuk PTS. Jadi sekitar Rp 8,4 triliun itu dana serdos itu untuk PTS," tuturnya.
Pengadaan Laboratorium PTS
Kemendiktisaintek pada tahun ini juga telah menyalurkan bantuan pengadaan fasilitas PTS. Contohnya pengadaan laboratorium bagi PTS yang tengah kesulitan dalam pendanaan.
"Bantuan lab. Ini memang untuk kemarin ya tahun 2025 itu untuk PTS-PTS yang jumlah mahasiswanya di bawah 5 ribu. Jadi memang untuk PTS-PTS yang sedang struggle gitu ya. Kita bantu untuk pengadaan labnya," ujar Ketua Program Pascasarjana Universitaz Tazkia tersebut.
62 Persen Bantuan Riset PTS
Berdasarkan data penyaluran bantuan riset, Najib melihat alokasi dana lebih banyak diterima para periset dari PTS. Angkanya mencapai 62 persen.
"Nah ternyata setelah dihitung lebih dari 60 persen jadi 62 persen untuk PTS. Jadi kita ingin dorong betul bahwa PTS-PTS itu juga melakukan riset," katanya.
Dengan besarnya bantuan dana riset ini, Najib berharap para periset dari PTS dapat berkompetisi dengan baik.
"Bagaimana PTS juga menyiapkan diri untuk kompetisi kan competition untuk mendapatkan dana riset. Jadi proporsi ini bisa jadi akan semakin besar kalau memang proporsinya lebih banyak yang didanai gitu ya," imbaunya.
(cyu/nwk)











































