Robot Gamelan Sekar Nuswantoro Karya Udinus Sambut Turis 24 Jam di TMII

ADVERTISEMENT

Robot Gamelan Sekar Nuswantoro Karya Udinus Sambut Turis 24 Jam di TMII

Ihfadzillah Yahfadzka - detikEdu
Selasa, 23 Des 2025 19:25 WIB
Robot Gamelan Sekar Nuswantoro Karya Udinus Sambut Turis 24 Jam di TMII
Foto: Dok. Udinus
Jakarta -

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali memamerkan inovasinya yang mengolaborasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan kearifan lokal. Kali ini, seperangkat Robot Gamelan Sekar Nuswantoro dihibahkan dan diletakkan di Pintu Masuk Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk menyambut pengunjung lokal dan juga turis asing.

Hibah tersebut diserahkan secara resmi oleh Rektor Udinus Pulung Nurtantio Andono yang didampingi oleh Ketua Yayasan Dian Nuswantoro, Lakshiputri Arnindita, kepada Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenkraf), Irene Umar, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Minggu (21/12).

Pulung menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari pengalaman saat Udinus tampil di UNESCO, Paris, pada tahun 2018 silam. Saat itu, timnya menemukan kendala beratnya membawa alat gamelan, serta kondisi gamelan yang dihibahkan di sana kurang terawat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari permasalahan ini kami mulai mencari solusinya, muncullah ide penggabungan salah satu budaya lokal gamelan dengan teknologi kecerdasan buatan. Jadilah Robot Gamelan yang menjadi salah satu inovasi luar biasa dari Udinus," ujar Pulung melalui keterangan tertulis, Selasa, (23/12/2025).

ADVERTISEMENT

Pulung menambahkan, keunggulan utama robot ini adalah efisiensi tenaga. Berbeda dengan penabuh manusia yang memiliki batas fisik, robot ini dirancang supaya mampu beroperasi nonstop.

"Robot ini bisa dimainkan 24 jam nonstop, karena tidak perlu tenaga orang lagi untuk menabuh gamelannya. Kami berharap robot ini bisa terus nguri-uri atau melestarikan budaya Jawa sekaligus menghibur tamu asing yang datang," imbuhnya.

Apresiasi Wamenkraf dan Antusiasme Pengunjung

Menanggapi hibah ini, Wamenkraf Irene Umar menyambut antusias. Menurutnya, penggabungan teknologi dengan tradisi merupakan kreativitas luar biasa yang harus didukung.

Irene menyebutkan bahwa kampus seperti Udinus merupakan hotbed atau kawah candradimuka untuk melahirkan ide-ide penting dengan selalu memberikan solusi di bawah pimpinan rektor, berkembang maju, dan menciptakan hal baru seperti Robot Gamelan.

"Gamelan memiliki satu Unique Selling Point (USP) bagi Indonesia. Dengan inovasi seperti ini, penggabungan teknologi dengan tradisi, inilah sesuatu kreativitas luar biasa yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia," ungkap Irene.

Irene juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiasi dari Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAF) sebagai motor penggerak independen non-pemerintah. Gerakan berbasis komunitas ini ikut mengakselerasi kemajuan industri kreatif tanah air dan secara aktif mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif (ekraf).

Sementara itu, kecanggihan robot ini juga sukses memukau pengunjung TMII. Seorang pengunjung asal Bandung, Ika mengaku takjub melihat gamelan yang biasanya dimainkan manual kini bisa berbunyi otomatis berkat teknologi komputer. TMII sekaligus yg selalu menjadi Launchpad dan playground bagi para pejuang ekraf di mana the best of the best di launch di playground ini

"Kalau sama orang kan kadang ada capeknya. Kalau ini kan bisa 24 jam, jadi luar biasa. Apalagi ini diciptakan oleh anak Indonesia, mahasiswa," pungkas Ika.

Turut hadir dan menyaksikan proses hibah Robot Gamelan, Wakil Ketua Umum Gekrafs, Laja Lapia, bersama dengan Plt. Direktur TMII, Ratri Paramita, dan Direktur Utama InJourney Destination Manajemen (IDM) Febrina Intan.




(akn/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads