Inovasi Stabilitas Lereng SPAM UNPAR Raih Juara 2 Geoteknik Nasional

Inovasi Stabilitas Lereng SPAM UNPAR Raih Juara 2 Geoteknik Nasional

Sponsored - detikEdu
Jumat, 02 Des 2022 16:42 WIB
UNPAR
Foto: UNPAR
Jakarta -

Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, tiga mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UNPAR menyabet juara dua dalam ajang Geotechnical Engineering Competition (GEC) 2022 yang menjadi rangkaian acara Civil Expo (CIVEX) Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Kamis (24/11).

Adapun penyelenggaraan GEC tahun ini mengusung tema 'Innovative Planning in Soft Soil Improvement toward IKN Nusantara'. Lomba tersebut mengangkat masalah stabilitas lereng dari kasus Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Mansapa di Nunukan, Kalimantan Timur. Untuk babak final, peserta diharuskan menyelesaikan desain perbaikan tanah lunak pada kasus Perumahan Grand Pakuwon di Surabaya.

Adapun tim dari UNPAR menjawab tantangan tersebut menggunakan solusi Prefabricated Vertical Drains (PVD), Prefabricated Horizontal Drains (PHD), geotextile, serta timbunan pasir untuk preloading. Inovasi ini membuat tim Pacivic Pier yang terdiri dari Alexander Tommy, Ian Hartono, dan Samuel Jemmy Setiadjie mampu menjadi juara 2 dan mengalahkan peserta lainnya.

Dalam babak penyisihan sebelumnya, Pacivic Pier memberi solusi untuk permasalahan stabilitas lereng dengan Gabion wall, Soldier Pile, serta Mini Pile agar desain yang dibuatnya dapat memenuhi kriteria dari SNI 8460:2017 mengenai Persyaratan Perancangan Geoteknik serta desain yang lebih ekonomis.

Samuel sebagai perwakilan tim menuturkan melalui lomba ini dirinya mendapatkan banyak relasi dari kampus lain dan menambah pemahaman secara praktik.

"Menurut saya lomba ini sangatlah menarik dikarenakan memberikan pengalaman dari berbagai kasus geoteknik dari babak penyisihan sampai final. Serta hal terakhir melalui lomba ini wawasan saya mengenai proses perbaikan tanah lunak menggunakan Prefabricated Vertical Drains (PVD) di lapangan yang diajarkan di kelas, sehingga lomba ini membantu menambah pemahaman saya," tutur Samuel dalam keterangan tertulis, Jumat (2/12/2022).

Samuel mengatakan tantangan paling sulit pada lomba tersebut adalah pengerjaan soal final yang sangat terbatas. Sebab, pihaknya hanya diberi waktu pengerjaan selama 14 jam non-stop. Mulai dari pukul tujuh pagi hingga sembilan malam.

"Pada lomba ini dilakukan dengan sistem isolasi peserta dari dunia luar dengan melarang penggunaan internet dan komunikasi dengan pihak luar selama waktu pengerjaan sehingga kemampuan dari finalis sangat diuji pada waktu pengerjaan soal final," kata Samuel.

Ia berharap rekan-rekan mahasiswa Teknik Sipil UNPAR tidak takut untuk mengikuti kompetisi.

"Karena menurut saya lomba bukan hanya sekadar masalah mengadu skill atau pengetahuan saja, tetapi lomba mengajarkan untuk berpikir kreatif, untuk mencari solusi dari suatu masalah, serta menambah pengetahuan dan pengalaman pada bidang yang disukai karena banyak ilmu di luar materi kelas yang saya dapatkan melalui lomba-lomba yang telah diikuti. Selain itu lomba juga dapat menambah relasi dengan orang baru baik itu dari peserta lain maupun panitia lomba itu sendiri," jelas Samuel.

Sebagai informasi, hasil seleksi babak penyisihan GEC menyisakan 10 tim yang masuk ke babak final. Salah satunya tim perwakilan dari UNPAR, Tim Pacivic Pier dengan pembimbing utama Ignatius Tommy Pratama, S.T., M.S. dan pembimbing pendamping Budijanto Widjaja, Ph.D.

Selain kompetisi, webinar dan diskusi panel yang diselenggarakan juga meningkatkan antusiasme peserta. Kegiatan tersebut mengundang berbagai pembicara dan ahli bidang teknik sipil tingkat nasional dan internasional untuk mendiskusikan segala sesuatu terkait pengembangan IKN dalam bidang teknik sipil.

(Content Promotion/Sponsored)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia