Sarjana Terapan, Gelar Bergengsi dalam Pendidikan Vokasi

Sarjana Terapan, Gelar Bergengsi dalam Pendidikan Vokasi

Sponsored - detikEdu
Jumat, 30 Sep 2022 08:05 WIB
Ilustrasi Sarjana Terapan
Foto: Unsplash
Jakarta -

Katanya jadi sarjana merupakan impian setiap anak sekolah dan orang tua karena bisa diterima kerja di berbagai perusahaan mentereng. Namun, apakah gelar sarjana merupakan satu-satunya karpet merah buat jadi profesional? Perkenalkan, gelar pendidikan tinggi sarjana terapan!

Sarjana terapan merupakan jenjang pendidikan diploma empat (D4) yang setara dengan jenjang sarjana strata satu (S1). Dapat dikatakan setara karena sarjana terapan memiliki bobot keilmuan yang setara dengan jenjang S1. Yuk, simak kelebihan yang dimiliki program dan lulusan sarjana terapan.

Lebih Banyak Praktek

Materi yang ada di mata kuliah S1 menitikberatkan pada 60% teori dan 40% praktik. Sementara sarjana terapan lebih dari 60% proses perkuliahannya merupakan praktik dan sisanya teori karena mengedepankan proyek yang dapat menghasilkan portofolio bagi mahasiswa. Kalau kamu lebih senang mempelajari sesuatu dengan langsung mempraktekkannya daripada menghafal dan menganalisis, tentunya program sarjana terapan jadi pilihan yang tepat.

Sesuai dengan kurikulum selama perkuliahan, kedua jenjang studi ini memiliki aturan yang berbeda dalam syarat kelulusan dalam bentuk tugas akhir mahasiswanya. Lulusan S1 umumnya harus menyelesaikan pembuatan skripsi, sementara sarjana terapan wajib membuat tugas akhir.

Bedanya, skripsi mewajibkan mahasiswa untuk melakukan studi dengan cara menggali, menganalisis dan memecahkan fenomena atau kasus yang ada di masyarakat berdasarkan teori yang telah dipelajari sehingga sangat membutuhkan penalaran secara ilmiah. Sedangkan tugas akhir mengharuskan mahasiswa untuk membuat karya atau memecahkan masalah yang ada di industri sesuai dengan kemampuan yang telah dilatih selama kuliah. Bahkan, mahasiswa program sarjana terapan juga bisa mengerjakan tugas akhir dengan membuat usaha/bisnis sendiri loh!

Tidak Perlu Tambah Semester untuk Jadi Sarjana

Pada dasarnya lulusan sarjana terapan atau D4 setara dengan sarjana atau S1, sehingga tidak perlu lagi melanjutkan kuliah untuk mendapatkan gelar S1. Tidak seperti lulusan D1, D2 atau D3 yang memerlukan waktu kuliah beberapa tahun lagi untuk bisa kuliah ke S1.

Sebagai contoh, lulusan D3 yang ingin mendapatkan gelar sarjana harus berkuliah setidaknya 3-4 semester lagi agar bisa memenuhi bobot SKS minimum S1 karena ada beberapa mata kuliah yang mungkin berbeda. Ini menyebabkan kamu harus kuliah 5 hingga 6 tahun untuk menjadi seorang sarjana. Namun untuk D4 tidak usah lagi kuliah karena kesetaraan jenjang pendidikan dengan S1.

Program sarjana terapan juga memiliki rumpun program studi atau jurusan kuliah menarik yang bisa dipelajari layaknya Program S1. Bahkan jurusan kuliah di program sarjana terapan lebih spesifik dan lebih dibutuhkan oleh industri dibandingkan program sarjana yang terlalu umum. Contohnya jurusan Digital Animation, jurusan E-Commerce Logistics, dan jurusan Event Management.

Bisa Kuliah S2 dan Jadi Profesional Sekaligus Akademisi

S1 memperoleh gelar Sarjana Ilmu sesuai program studi yang diambil, misalnya Sarjana Ilmu Pendidikan (S.Pd), Sarjana Ilmu Komunikasi (S.IKom), atau Sarjana Ilmu Ekonomi (S.E). Lulusan D4 juga meraih gelar Sarjana dengan kata Terapan di tengah gelar. Misalnya (S.Tr.Anim) yang berarti sarjana terapan Animasi dan (S.Tr.Log) untuk sarjana terapan E-Commerce Logistics.

Jika lulusan S1 bisa melanjutkan ke jenjang Magister atau yang lebih dikenal dengan sebutan S2. Begitupun mahasiswa D4 yang telah lulus dan mendapatkan gelar sarjana terapan dapat melanjutkan studi ke jenjang Spesialis 1 (SP 1) atau Magister biasa dengan ketentuan yang ada di masing-masing universitas. Pilihan lainnya, sarjana terapan juga bisa menjadi Magister Terapan karena di Indonesia telah tersedia jenjang S2 Terapan jika memang ingin menjadi praktisi di bidang yang spesifik.

Sarjana dan sarjana terapan memiliki peluang kerja yang sama dengan keunggulan masing masing. Akan tetapi, sarjana terapan lebih diutamakan untuk pekerjaan yang memerlukan portofolio atau hasil karya dari proyek-proyek yang dikerjakan selama masa kuliah.

Ilustrasi Sarjana TerapanFoto: Unsplash

Ingin menjadi CPNS atau kerja di BUMN? Sarjana terapan juga boleh melamar kerja dengan persyaratan S1 meskipun kamu lulus dengan gelar S.Tr, begitupun sebaliknya. Bahkan, seleksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) dan pegawai BUMN pun sudah menerima mahasiswa lulusan D4. Semuanya bergantung kepada kebijakan tiap perusahaan. Jadi, tidak perlu mengkhawatirkan masa depan pekerjaanmu.

Sarjana Terapan Bisa Diraih di Politeknik

Politeknik di Indonesia merupakan program yang menjadi prioritas untuk diakselerasi sebagai bagian dari ekosistem vokasi di Indonesia. Dengan hadirnya politeknik, diharapkan siswa yang sebelumnya mengenyam pendidikan tingkat menengah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dapat melanjutkan studi tingkat tingginya di politeknik. Selain lulusan SMK, politeknik juga bisa menjadi alternatif pendidikan tinggi bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) yang ingin lebih meningkatkan kemampuan teknisnya dibandingkan kemampuan ilmiahnya.

Salah satu politeknik yang bisa menjadi pilihan bagi siswa sekolah tingkat menengah atau calon mahasiswa adalah Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP). MNP saat ini sedang meluncurkan program Penerimaan Mahasiswa Baru untuk tahun akademik 2023 dengan beragam penawaran beasiswa yang menarik. Politeknik yang menjadi bagian dari Kelompok Kompas Gramedia ini merupakan pendidikan tinggi yang menawarkan program sarjana terapan yang setara dengan program sarjana di universitas. Program studi atau jurusan kuliah yang dapat menjadi pilihan di MNP adalah jurusan Digital Animation, jurusan E-Commerce Logistics, dan jurusan Event Management.

(Content Promotion/MNP)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia