Lewat Kerja Sama, Para Guru di Suku Asmat Papua Bisa Kuliah di UNY

Lewat Kerja Sama, Para Guru di Suku Asmat Papua Bisa Kuliah di UNY

Devi Setya - detikEdu
Kamis, 15 Sep 2022 14:15 WIB
Guru di Suku Asmat Papua Bisa Kuliah di UNY
Rektor UNY dan Rektor Universitas Musamus Papua Foto: Humas UNY
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Para guru, mahasiswa dan juga masyarakat bisa melanjutkan pendidikan di UNY.

Langkah yang diambil oleh Pemkab Asmat ini bertujuan untuk membantu percepatan agar Kabupaten Asmat, Papua menjadi provinsi yang memiliki prestasi. Tujuannya tak lain untuk membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dikutip dari laman resmi UNY, jalinan kerja sama antara UNY dan Pemkab Asmat ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas SDM di berbagai bidang. Hal ini diungkapkan Prof. Siswantoyo selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja sama UNY.

"Salah satu kekuatan yang paling dahsyat adalah dengan meningkatkan kompetensi di bidang sosial, professional, pedagogic, dan kepribadian yang didasarkan pada kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif sebagai konsep Pendidikan abad 21," kata Siswantoyo.

Lebih lanjut, Siswantoyo juga mengatakan bahwa jenjang pendidikan menjadi gambaran kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan melakukan kolaborasi.

"Oleh karena itu kami menggandeng Universitas Musamus untuk mengembangkan sumber daya manusia di Papua" lanjutnya.

Meningkatkan kualitas pendidikan guru di Papua

Selama ini para guru di Papua terkendala jenjang pendidikan untuk bisa naik pangkat. Jadi sejauh ini, mayoritas guru di Papua hanya memiliki pangkat III/C.

Untuk bisa naik pangkat, guru ini harus memenuhi berbagai persyaratan, salah satunya jenjang pendidikan. Dijelaskan Siswantoyo, UNY memiliki 78 jurnal yang bisa mendukung persyaratan tersebut baik bagi guru yang akan studi lanjut S1 maupun S2.

Dengan kalkulasi waktu selama 2 tahun maka para guru di Kabupaten Asmat dapat meraih gelar sarjana melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Ada juga kendala lain yang dihadapi para guru ini, termasuk soal mahalnya biaya dan instansi mitra kurang memberikan respon.

Oleh karena itu UNY memberikan solusi yang tepat dalam hal biaya, mutu, waktu dengan rasa persaudaraan dan penuh tanggung jawab. Kesempatan ini terbuka bagi siapapun, artinya bukan hanya untuk para guru namun juga terbuka bagi masyarakat di Kabupaten Asmat.

Mahasiswa Papua bisa student exchange ke UNY

Para mahasiswa yang menjalani kuliah di Universitas Musamus memiliki kesempatan besar untuk melakukan student exchange atau program pertukaran mahasiswa di UNY. Nantinya para mahasiswa ini akan mendapatkan fasilitas pengajaran sesuai standar pertukaran mahasiswa.

Para dosen dari Musamus juga berkesempatan mengajar sebagai dosen tamu di UNY. Program ini diharapkan bisa menjadi wadah untuk mendulang ilmu serta pengalaman.

Percepatan pendidikan guru lewat RPL

Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bisa dijadikan program untuk percepatan pendidikan para guru Papua yang kuliah di UNY. Siswantoyo memaparkan cara kerja gerak cepat RPL adalah kerja berbasis indikator/capaian kinerja dan kerja berbasis resiko.

Siswantoyo mencontohkan, salah satu hal yang ditakuti mahasiswa adalah penulisan skripsi. Padahal bagi para guru di Kabupaten Asmat hal ini cukup mudah karena para guru tinggal menulis sesuai dengan template apa yang telah dilakukan di sekolah. Setelah diujikan maka tulisan ini sah menjadi skripsi.

Adanya kerja sama antara Pemkab Asmat dan UNY juga mendapat respon positif dari Rektor Universitas Musamus Dr. Beatus Tambaip. Ia mengatakan bahwa kerja sama dengan UNY ini merupakan peluang yang sangat baik bagi para calon mahasiswa.

"Kebijakan RPL ini merupakan sesuatu yang baru bagi kami" kata Beatus Tambaip.

Rektor Universitas Musamus berpesan agar para guru di Papua tetap mengikuti aturan akademik dengan Universitas Musamus sebagai mitra yang tahu kultur di tanah Cendrawasih. Program RPL ini merupakan prioritas bagi Bupati Asmat untuk meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Asmat, dan dengan menggandeng UNY.

Nantinya proses pembelajaran akan melibatkan dua perguruan tinggi. Program ini dapat diikuti oleh guru PAUD, TK dan SD di Kabupaten Asmat. Para guru ini bisa memilih untuk studi lanjut pada prodi S1 PGPAUD, S1 PGSD serta S2 Manajemen Pendidikan.



Simak Video "Rekonstruksi Awal Kasus Guru Agama Cabuli Siswi SMP di Batang"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia