ITS Punya 14 Orang Dosen Tamu Diaspora dari Seluruh Dunia, Apa Saja Tugasnya?

Devi Setya - detikEdu
Jumat, 19 Agu 2022 16:00 WIB
ITS Punya 14 Orang Dosen Tamu Diaspora dari Seluruh Dunia, Apa Saja Tugasnya?
Dosen diaspora di ITS Foto: Humas ITS
Jakarta -

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memiliki 14 dosen tamu diaspora asal Indonesia yang telah lama hidup di berbagai negara di dunia. Dosen tamu ini diundang untuk melakukan kerja sama dalam bentuk berbagi ilmu dengan mahasiswa selama setahun.

Dilansir dari laman resmi ITS, salah satu dosen tamu ini adalah Prof Dr Benny Tjahjono, diaspora asal Indonesia yang telah lama hidup dan mengantongi berbagai ilmu di Inggris. Dalam kesempatan ini Prof Dr Benny mendedikasikan diri untuk mengabdi sebagai adjunct professor di ITS.

Wakil Rektor III ITS Dr Eng Ir Ahmad Rusdiansyah MEng menjelaskan, adjunct professor sendiri dapat diartikan sebagai dosen tamu. Ahmad juga mengatakan saat ini ITS memiliki 14 orang dosen tamu diaspora yang berasal dari seluruh dunia.

"Adjunct professor memiliki kewajiban selama satu tahun. Kewajiban tersebut terdiri dari mengajar, melakukan kerjasama penelitian, dan meningkatkan internasionalisasi di ITS," ujar Ahmad.

Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan bahwa kehadiran adjunct professor merupakan bentuk kerja sama ITS dengan universitas internasional. Dengan adanya program dosen tamu ini juga menggambarkan ITS memiliki ikatan kerja sama dengan diaspora.

Ahmad yang juga lulusan doktor Tokyo Institute of Technology, Jepang itu menambahkan bahwa kehadiran para diaspora termasuk Prof Benny ini diharapkan bisa memberikan ilmu serta wawasan baru.

"Kehadiran Profesor Benny akan bermanfaat untuk peneliti dan dosen pengajar," lanjut Ahmad.

Prof Benny siap menyalurkan ilmu

Prof Benny sebagai perwakilan diaspora, mengaku siap menjadi mata dan telinga untuk para peneliti dan dosen di Indonesia. "Selaku diaspora, ilmu apa yang telah saya dapatkan, lihat, dan dengar akan segera saya salurkan ke Indonesia," ujar Benny.

Profesor yang gemar pada konservasi lingkungan tersebut akan memberikan kuliah di ITS khususnya pada Departemen Manajemen Bisnis. Selain itu, ia juga akan memberikan seminar kepada dosen muda untuk membekali mereka dalam mempersiapkan pendidikan jenjang doktoral (S3).

ITS Punya 14 Orang Dosen Tamu Diaspora dari Seluruh Dunia, Apa Saja Tugasnya?Prof Benny Dosen Tamu Diaspora di ITS Foto: Humas ITS

Di samping itu, Benny juga siap membekali dosen untuk meningkatkan karier mereka dalam penulisan paper, membuat publikasi, dan menuju ke guru besar.

Benny sendiri merupakan profesor manajemen rantai pasok di Coventry University, Inggris. Ia berfokus pada peningkatan kapasitas riset dan berbagai macam topik.

"Lebih lanjut, topik tersebut bersifat umum yang mengarah kepada riset, dan khusus yang mengarah pada kepakaran," bebernya.

Bagikan pengalaman saat bekerja di perusahaan luar negeri

Kehadiran Benny sebagai dosen tamu di ITS ini juga untuk menyalurkan global exposure. Pemahaman akan dinamika global merupakan hal vital bagi insan tenaga kerja Indonesia yang unggul untuk bersaing di tengah globalisasi.

"Nantinya saya akan membagikan pengalaman saya dalam bekerja dengan perusahaan dan peneliti luar negeri, sehingga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ITS," beber Benny.

Dalam kesempatan ini juga Benny merasa senang bisa mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Indonesia yang digelar di ITS. Upacara ini menjadi obat rindu setelah ia lama menetap di Inggris.

Upacara ini merupakan upacara kali pertama yang diikuti Benny saat di Indonesia dan terlebih diberi kehormatan sebagai adjunct professor.

"Saya senang dan suatu kehormatan dapat mengikuti upacara di ITS ini. Saya berharap generasi selanjutnya dapat mengisi kemerdekaan sebaik-baiknya," pungkas Benny.



Simak Video "Pengin Jadi Dosen, Prilly Latuconsina: Saya Harus S2 Dulu"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia