Dana Abadi Perguruan Tinggi Bisa Ringankan UKT di ITS & UNP? Rektor Menjawab

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 28 Jul 2022 21:00 WIB
Rektor ITS
Rektor ITS Mochamad Ashari. Foto: Kemendikbudristek
Jakarta -

Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) mendapatkan suntikan Dana Abadi Perguruan Tinggi dari Kemendikbudristek. Para PTN BH yang mendapatkannya bisa memanfaatkan dana tersebut untuk 21 komponen pembiayaan.

Lantas, apakah juga bisa untuk meringankan UKT (uang kuliah tunggal)?

Rektor ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Mochamad Ashari, dan Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Ganefri menjawabnya. Kedua kampus mereka telah berstatus PTN BH.

"Penggunaannya juga sudah ditentukan, ada 21 item. Jadi, tidak bisa penggunaan itu keluar dari 21 atau yang sudah ditentukan tadi. Sifatnya ini adalah untuk komplemen atau membantu," ujar Ashari dalam Silaturahmi Merdeka Belajar: Wujudkan Pendidikan Tinggi Kelas Dunia Melalui Dana Abadi Perguruan Tinggi, Kamis (28/7/2022).

Rektor ITS tersebut menegaskan, universitas yang memperolehnya ditentukan oleh formula tertentu misalnya peringkat berapa dan dana abadi lokal di kampus berapa.

"Mudah-mudahan nanti kalau dana abadi ini semakin besar, maka yang diterima oleh PTN BH tentunya akan semakin besar. Tentunya ranah penggunaannya akan lebih luas lagi. Tentunya itu otomatis akan meringankan UKT atau SPP," ucapnya.

Ashari menerangkan Dana Abadi Perguruan Tinggi pastinya berdampak kepada besaran UKT. Namun, dia pun menegaskan dukungan dana lebih besar tidak bisa menghilangkan UKT sama sekali.

"Tapi diharapkan nanti kalau semakin besar itu akan semakin ringan yang dipikul oleh masyarakat," kata dia memberikan angin segar.

Senada dengan Ashari, Rektor UNP menyampaikan Dana Abadi Perguruan Tinggi secara tidak langsung membantu kualitas penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, utamanya untuk siswa kurang mampu tetapi berprestasi akademik. Mahasiswa dari kalangan ekonomi rentan bisa dikirim melalui pertukaran mahasiswa atau konferensi luar negeri.

"Khusus PTN BH kita memberikan ruang, malah kita diwajibkan 20 persen itu harus memberikan kesempatan kepada anak-anak yang kurang beruntung dari sisi ekonomi tetapi mereka punya prestasi akademik yang baik," terang Ganefri.

Kemendikbudristek mengadakan Dana Abadi Perguruan Tinggi ini untuk memfasilitasi kampus-kampus di Indonesia supaya bisa menjadi universitas tingkat dunia. Pasalnya, dari 4.500 perguruan tinggi di Indonesia, hanya 20 yang masuk ranking dunia dan mengerucut lagi hanya 5 di antaranya yang bisa masuk 500 besar secara global.

Sementara, PTN BH menjadi sasaran awal program ini karena Kemendikbudristek menilai mereka sudah memiliki otonomi akademik dan nonakademik, sekaligus sudah memiliki kesiapan.



Simak Video "Kisah Para Petani China Lulusan Perguruan Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia