Round Up

PKN STAN Hapus Jurusan Bea Cukai, Penempatan Lulusan Bakal Pakai Aturan Baru

Kristina - detikEdu
Senin, 25 Jul 2022 09:30 WIB
Kampus PKN STAN Kementerian Keuangan
Kampus PKN STAN. Foto: Dok. PKN STAN
Jakarta -

Politeknik Keuangan Negara STAN atau PKN STAN menghapus jurusan bea cukai dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB). Direktur PKN STAN Rahmadi Murwanto menyebut hal ini berkaitan dengan motivasi hingga kualitas lulusan.

"Salah satu yang kami harap adalah mereka yang masuk PKN STAN tidak punya motivasi yang salah. Nah motivasi yang salah itu begini: masuk STAN supaya dapat tiket kerja di DJBC (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai) dan DJP (Direktorat Jenderal Pajak)," kata Rahmadi di OSC Talks: Mengulik Jalur Masuk PKN STAN di IG Live @beasiswaOSC, Jumat (22/7/2022) lalu.

"Nah itu berdasarkan penilaian kami, ada tuh perilaku-perilaku negatif setelah itu. Artinya kan motivasi dari awal bukannya mengabdi jadi ASN di mana pun mereka berada, kan. 'Wah saya jadi pegawai Pajak nih, DJBC, banyak uang,' dan sebagainya," tambahnya.

Rahmadi menegaskan, sudah seharusnya lulusan PKN STAN siap berkontribusi di mana pun mereka ditempatkan. Ia yakin, asalkan bekerja dengan baik, para lulusan bisa berkarier dan mendapatkan penghasilan yang layak terlepas dari instansi penempatannya.

"Kalau soal penghasilan, sepanjang mereka bekerja dengan baik, mereka serius, saya yakin karier mereka akan baik dan penghasilan pelan-pelan akan bagus. Tapi itu, kita menghadapi itu," tuturnya.

Nilai Akademik Jadi Pertimbangan Penempatan Lulusan

Penempatan lulusan PKN STAN akan menggunakan aturan baru, yakni melihat capaian akademik mahasiswa, karakter, dan kualifikasinya. Aturan ini juga berlaku untuk penempatan di DJP dan DJBC.

"Nah ini dipikirkan secara mendalam, karena kan kami menghasilkan lulusan untuk ke Kementerian Keuangan. Akhirnya sekarang dibuat begini, untuk bisa bekerja di sana nanti tergantung pada hasil akademiknya," terang Rahmadi.

Selain akademik, penempatan para lulusan juga mempertimbangkan kondisi fisik. Sebab, ada banyak tugas yang harus mereka kerjakan. Contohnya ketika di bea cukai.

"Jadi sekarang kita lihat, oh karakternya cocok di pajak, karena mereka tahan uji. Kan di pajak menghadapi wajib pajak ya, agak susah. Di bea cukai itu juga harus kuat fisiknya karena mereka patroli dan sebagainya. Nah, itu kita cek dari awal data-datanya," sambungnya.

STAN Cari Siswa Pintar dan Tahan Banting

Setidaknya ada dua kriteria utama yang wajib dipenuhi bagi calon pendaftar PKN STAN. Keduanya adalah pintar dan siap berada di bawah tekanan selama menempuh pendidikan.

"(Mahasiswa PKN STAN) tidak hanya sekadar pintar tapi mereka juga harus siap menghadapi tekanan pendidikan," terang Rahmadi.

Untuk itulah, kata Rahmadi, seleksi masuk PKN STAN melibatkan sejumlah tahapan seperti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan tes psikotes. Kedua tes tersebut merupakan dua tahapan awal dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru STAN.

Adapun, bagi calon peminat PKN STAN yang berencana meniti karier di bea cukai, Rahmadi menekankan agar mempersiapkan karakter dan fisik dengan baik.

"Siapkan saja. Kan kalau bea cukai, fisiknya harus kuat. Terus dia enggak boleh curang dan sebagainya, punya visi (integritas) yang bagus," pungkasnya.



Simak Video "Polda Jateng-Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu Afrika Rp 500 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia