MPR & UT Bakal Gelar Kuliah Umum Diisi Raffi Ahmad & Deddy Corbuzier

Nada Zeitalini Arani - detikEdu
Kamis, 02 Des 2021 23:42 WIB
Bamsoet: Aspirasi Semua Kelompok Terwakili dalam PPHN
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta - MPR RI dan Universitas Terbuka (UT) akan menyelenggarakan kuliah umum rutin setiap bulan. Kuliah umum perdana rencananya digelar pada medio Desember 2021 dengan mengundang selebritis sekaligus pengusaha muda yang sedang naik daun.

Mulai dari Raffi Ahmad, Atta Halilintar, Deddy Corbuzier dan lain-lain. Tak hanya bicara soal kebangsaan dan ke-Indonesiaan, mereka juga akan membahas tentang strategi bisnis membangun startup bagi generasi millenial.

"Sosok seperti Raffi Ahmad, Atta Halilintar, Deddy Cobuzier dan berbagai tokoh muda lainnya, merupakan cerminan keberhasilan generasi muda dalam memanfaatkan media digital untuk meningkatkan bisnis," ujar Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam keterangannya, Kamis (2/12/2021).

"MPR RI bersama UT akan mengundang mereka untuk memberikan pengalaman dan ilmu, dalam forum kuliah umum yang bisa disaksikan secara daring dan luring oleh hampir satu juta mahasiswa dan sivitas akademika UT yang tersebar di berbagai daerah," imbuh Bamsoet.

Usai bertemu jajaran rektorat UT, di Kampus UT, Tangerang Selatan, Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan dalam survei Sea Group bekerja sama dengan World Economic Forum (WEF) yang dirilis April 2019, memperlihatkan 24,4 persen milenial Indonesia berusia di bawah 36 tahun lebih tertarik menjadi wirausaha.

Di bawahnya ada ketertarikan menjadi pegawai negeri sipil (17,1 persen), mengembangkan usaha keluarga (16,5 persen), maupun bekerja di perusahaan multinasional (11,4 persen). Keinginan milenial menjadi wirausaha harus disambut cepat oleh pemerintah, serta didukung berbagai pihak.

"MPR RI bersama UT melalui forum kuliah umum yang akan secara rutin diselenggarakan satu bulan sekali tersebut, berusaha memfasilitasi keinginan milenial untuk menjadi wirausaha," ujarnya.

"Karenanya kita juga akan mengundang berbagai tokoh pengusaha dari berbagai sektor. Dari mulai Ketua Umum KADIN Arsjad Rasjid, Ketua Umum HIPMI Mardani Maming, maupun berbagai tokoh yang sukses membangun bisnisnya mulai dari nol," jelas Bamsoet.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia ini menerangkan, walaupun saat ini jumlah wirausaha Indonesia sudah mencapai 3,1 persen dari populasi penduduk, atau sekitar 8,06 juta jiwa dari 260 juta jiwa penduduk.

Namun, jumlah tersebut belum mampu mendongkrak perekonomian nasional menjadi lebih bergeliat. Indonesia masih perlu mengejar berbagai negara tetangga seperti Singapura dengan rasio wirausaha mencapai 7 persen ataupun Malaysia yang berada di 5 persen.

Menurut Bamsoet, Indonesia membutuhkan iklim usaha yang dapat mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang dapat menghadapi persaingan global. Sehingga mampu menawarkan alternatif dan terobosan baru yang lebih baik dari berbagai aspek.

Sebagai gambaran, Indeks Inovasi Global (Global Innovation Index) menempatkan Indonesia pada posisi ke-85 dari 131 ekonomi negara di dunia, dan posisi ini belum mengalami peningkatan sejak tahun 2018.

"Saya yakin dan percaya, bahwa pengusaha muda dengan segala potensi diri yang dimiliki, serta lekat dengan daya kreasi dan inovasi, tentunya dapat mengambil peran untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam membangun perekonomian nasional," pungkas Bamsoet.

Turut hadir jajaran rektorat UT, antara lain Rektor Prof. Ojat Darojat, Wakil Rektor II Muzamil, Wakil Rektor IV Rahmat Budiman, Dekan FISIP Sofjan Aripin, dan Ketua Senat Prof. Chanif Nurcholis.

Simak Video "Sempat Minta Jokowi Copot Sri Mulyani, Ini Penjelasan Pimpinan MPR"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia