Alumnus Unair Masuk 80 Pemimpin Strategis Dunia, Bareng Menkeu Sri Mulyani

Anatasia Anjani - detikEdu
Jumat, 19 Nov 2021 14:15 WIB
Yuliati Alumni Unair
Yuliati Umrah, alumni Unair yang masuk daftar pemimpin dunia bersama Menkeu Sri Mulyani. Foto: Unair
Jakarta - Prestasi membanggakan datang dari salah satu alumni Universitas Airlangga (Unair) bernama Yuliati Umrah. Ia berhasil masuk ke dalam daftar 80 pemimpin strategis dunia bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Daftar tersebut dirilis oleh Bureau of Educational and Cultural Affairs, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.

Sebelumnya Yuliati juga merupakan seorang aktivis Indonesia yang memperjuangkan kesetaraan gender, perlindungan, dan pemberdayaan anak-anak. Ia juga dipilih oleh pemerintah Amerika Serikat sebagai salah satu anggota International Visitor Leadership Program (IVLP).

"Pemerintah Amerika Serikat memilih Kedutaan dan Kontrol Konsulat memilih tokoh-tokoh yang dianggap sebagai pemimpin atau pemimpin alternatif di komunitas maupun institusi pemerintah. Saya mengikuti program IVLP di tahun 2016 Bulan Februari sampai April," ujar Yuliati yang dikutip dari laman Unair.

Pada tahun 1998, Yuliati bersama dengan empat mahasiswa Fisip Unair lainnya mendirikan organisasi sosial bernama Yayasan Arek Lintang (Alit) di Surabaya. Hingga kini, organisasi tersebut telah memiliki delapan kantor cabang di delapan kabupaten/ kota di tiga provinsi.

Ia menjelaskan, Alit telah mendampingi lebih dari 1400 anak dari total 10000 anak sejak tahun 1998.

"Program-program kami telah diakses oleh banyak masyarakat di seluruh Indonesia. Bahkan sejumlah lembaga donor dan lembaga internasional turut mengakses beberapa modul yang kami ciptakan," ujar Yuliati.

Adapun program terbaru yang digagas Yuliati adalah Dewa Dewi Rama Daya yang berarti desa wisata agro desa wisata industri ramah anak dan berkebudayaan.

Yuliati menjelaskan jika program itu mendukung Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Pemulihan Ekonomi dan juga sebagai kampanye industri pariwisata harus tetap ramah anak. Program tersebut telah berjalan dan memasuki 12 desa di 3 provinsi.

Atas jasa-jasanya, Yuliati menerima sederet penghargaan. Salah satunya yaitu Entrepreneur of the Year oleh Ernst & Young pada tahun 2012 lalu. Ia juga merupakan salah satu dari dua alumni terbaik IVLP 2020.

"Saya juga turut menyumbangkan dua pasal dalam perumusan International Child Protection Law yang diinisiasi oleh Johns Hopkins University Amerika Serikat pada 2005 dan 2010. Terutama mengenai perlindungan anak-anak dari pekerja-pekerja domestik," kata alumni Unair tersebut.

Simak Video "Sri Mulyani Kembali Sabet Gelar Penghargaan Internasional"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia