Sejarah Universitas Tertua di Asia yang Dibangun Oleh Uskup Katolik

Anatasia Anjani - detikEdu
Minggu, 14 Nov 2021 12:00 WIB
University of Santo Tomas
Foto: University of Santo Tomas. dok: Unsplash/Sejarah Universitas Tertua di Asia yang Dibangun Oleh Uskup Katolik
Jakarta - Universitas Santo Tomas (UST) adalah universitas tertua di Asia. Universitas Katolik ini juga merupakan universitas dengan jumlah mahasiswa terbesar di dunia.

UST didirikan oleh Uskup Miguel de Benavides, O.P. yang juga merupakan Uskup Agung ketiga di Manila pada tanggal 24 Juli 1605. Dalam pembangunannya, ia mewariskan 1.500 peso dan perpustakaan pribadinya untuk pendirian kampus tersebut.

Kemudian UST secara lengkap berdiri pada tanggal 28 April 1611. Awalnya UST disebut sebagai Colegio de Nuestra Señora del Santisimo Rosario, dan kemudian berganti nama menjadi Colegio de Santo Tomas.

Pada tanggal 29 Juli 1916, Colegio diberi wewenang untuk memberikan gelar akademis dalam bidang Teologi dan Filsafat. Pada 20 November 1645, Paus Innocent X mengangkat perguruan tinggi tersebut menjadi sebuah universitas.

Pada tahun 1680, universitas tersebut ditempatkan di bawah perlindungan kerajaan monarki Spanyol. Pada tahun 1681, Paus Innosensius XI mendeklarasikannya sebagai Universitas Umum Studi Umum sehingga memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan gelar lain.

Di tahun 1734, Paus menyetujui kurikulum di seluruh bidang yurisprudensi. Pada tanggal 17 September 1902, Paus Leo XIII menjadikan Universitas Santo Tomas sebagai "Universitas Kepausan", dan pada tahun 1947, Paus Pius XII menganugerahkan kepadanya gelar "Universitas Katolik Filipina".

Universitas Santo Tomas adalah universitas kedua di dunia setelah Universitas Gregorian di Roma yang diberi gelar resmi Universitas Kepausan.

Universitas tertua di Asia ini kemudian dipindahkan pada tahun 1927 dari Intramuros ke lokasinya yang sekarang ada di distrik Sampaloc.

Sejak didirikan pada tahun 1611, kehidupan akademi UST sempat terganggu selama dua kali. Pertama tahun 1898 hingga 1899, selama fase kedua Revolusi Filipina dan Perang Filipina-Amerika, dan kedua kalinya dari tahun 1942 hingga 1945, ketika Pasukan Pendudukan Jepang selama perang dunia kedua mengubah kampus UST menjadi kamp interniran di mana sekitar 2.500 warga sipil sekutu ditahan.

Bangunan seperti Gedung Utama, Gimnasium dan gedung tambahan di belakang Gedung Utama disebut sebagai gedung Seni Domestik digunakan sebagai tempat tinggal.

Para tawanan dibebaskan oleh pasukan AS pada 3 Februari 1945. Selama lebih dari 400 tahun berdiri, Universitas ini telah menjadi almamater dari empat pahlawan Filipina.

Mereka adalah Jose Rizal, Emilio Jacinto, Marcelo H. del Pilar, Apolinario Mabini; Presiden Filipina seperti Manuel Luis Quezon, Sergio Osmeña, Jose P. Laurel dan Diosdado Macapagal; berbagai Ketua Mahkamah Agung, senator, anggota kongres, ilmuwan, arsitek, insinyur dan penulis, dan sebagainya.

Universitas tertua di Asia ini juga telah dikunjungi oleh tiga Paus, yaitu Paus Paulus VI, Paus Yohanes Paulus II, dan Paus Fransiskus, serta berbagai kepala negara dan pejabat asing.

Simak Video "Bau dan Penuh Coretan Tak Senonoh, JPO Asia Afrika Bandung Ditutup!"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia