Mahasiswa UGM Teliti Obat Kolesterol Alami Daun Kirinyuh, Apa Hasilnya?

Rosmha Widiyani - detikEdu
Senin, 25 Okt 2021 08:06 WIB
Kolesterol
Foto: Getty Images/iStockphoto/tumsasedgars/Mahasiswa UGM Teliti Obat Kolesterol Herbal Alami Daun Kirinyuh, Apa Hasilnya?
Jakarta - Obat kolesterol herbal alami berbahan daun kirinyuh diteliti para mahasiswa UGM. Mereka tergabung dalam tim Program Kegiatan Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Gadjah Mada.

Daun kirinyuh adalah herbal alami yang banyak tumbuh di daerah Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Daun tanaman ini dianggap masyarakat setempat bisa menyembuhkan segala macam penyakit, salah satunya sebagai obat kolesterol.

"Beberapa pertanyaan yang ada di benak tim adalah zat apa dalam daun itu yang benar-benar sakti sampai masyarakat menganggap kirinyuh dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit?" kata ketua tim PKM-RE UGM Shafira Salwa Salsabil.

Dikutip dari laman UGM, daun kirinyuh biasa dimanfaatkan dengan direbus hingga mendidih. Herba ini sebetulnya adalah gulma atau tanaman pengganggu yang biasa tumbuh di sawah dan areal pertanaman lainnya.

Kajian literatur yang dilakukan Shafira dan timnya menyatakan, daun kirinyuh mengandung senyawa flavanoid yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Senyawa tersebut menghambat aktivitas enzim HMGCR.

Studi pustaka menyatakan, enzim HMGCR berperan penting dalam produksi kolesterol. Apabila aktivitas enzim dihambat, maka kadar kolesterol dalam tubuh bisa menurun.

Berdasarkan riset pendahuluan tersebut, Shafira dan tim membuat formulasi kirinyuh dalam sediaan nanopartikel ekstrak. Sediaan kemudian diuji efektivitasnya pada tikus yang mengalami hiperkolesterol.

Hasilnya, ekstrak nanopartikel daun kirinyuh dapat menurunkan kadar kolesterol pada tikus. Dengan riset ini, kearifan lokal warga Imogiri terbukti bisa menjadi alternatif untuk menurunkan kadar kolesterol.

"Salah satu keunggulan yang ditawarkan dari inovasi ini yaitu penggunaan kearifan lokal daun kirinyuh. Jika tidak mengetahui khasiat dari tanaman ini, tentu saja akan dibuang begitu saja," kata Shafira yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UGM 2019.

Riset daun kirinyuh diharapkan bisa berlanjut dengan uji klinis di masa depan. Sehingga, masyarakat bisa menggunakan obat kolesterol herbal alami yang terstandarisasi, aman, efektif, dan tanpa efek samping.

Tentunya, tim UGM berharap obat kolesterol daun kirinyuh dapat digunakan dengan praktis, tanpa harus direbus lama terlebih dulu. Manfaat lain adalah areal pertanaman yang tak lagi terganggu gulma kirinyuh.

Simak Video "BEM UGM Bagikan Sembako, Sindir Pemerintah Tangani Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia