Unpar - ITB Enggan Buru-buru Gelar Kuliah Tatap Muka

Yudha Maulana - detikEdu
Rabu, 08 Sep 2021 13:30 WIB
Unpar
Foto: dok Unpar
Bandung -

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung enggan buru-buru menggelar kuliah tatap muka. Komposisi domisili dan asal mahasiswa yang bervariasi membuat perguruan tinggi sulit untuk mengimitasi pola pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SD-SMA.

Seperti diketahui, hari ini PTM mulai dilaksanakan di sekolah di Kota Bandung. "Kalau SD atau SMA itu ada zonasi, itu sudah jelas peta geografis dan demografisnya dari para siswa. Kalau perguruan tinggi sangat sporadis, bahkan dari luar Kota Bandung. Kita tidak bisa mengimitasi pola sekolah PTM, menurut kami meteo pembelajaran perguruan tinggi lebih luas," ujar Rektor Unpar Mangadar Situmorang di kampus Unpar, Rabu (8/9/2021).

Selama belajar daring, Mangadar mengatakan mahasiswa cenderung lebih independen dan mandiri dalam menggali bahan ajar. Walau demikian, tentu ada kelemahan dari segi interaksi sosial antara mahasiswa.

"Pertimbangan berikutnya kenapa kita tidak buru-buru PTM itu juga erat kaitannya dengan aspek kesehatan. Survei kita dari 11 ribu mahasiswa kita yang sudah terdata vaksinasi dua kali itu sekitar lima ribuan, kalau dosen dan pegawai Unpar sudah divaksinasi semua," ujar Mangadar.

"Komposisi demografis dan geografis, ada mahasiswa dari Yogyakarta, Sumatera yang datang ke sini, tapi apakah mereka sudah divaksin atau tempat mereka tinggal di sekitar kampus juga sudah divaksin? tempat tinggal mereka aman atau tidak, kita perlu antisipasi dan wanti-wanti soal klaster perguruan tinggi," katanya.

Pandemi COVID-19 juga, dikatakan Mangadar, berpengaruh terhadap jumlah mahasiswa yang mendaftar tahun ini. Tahun ini, Unpar menerima sekitar 2.500 - 2.600 mahasiswa, jumlah ini menurun dibandingkan tahun lalu yang berkisar sekitar 2.900 - 3.000 mahasiswa.

"Penerapan PPKM juga berpengaruh karena ada mahasiswa dari Malang, atau kota lain di luar Bandung, melihat Bandung zona merah sehingga mengurangi mobilitas. Mahasiswa kita 30-40 persen mahasiswa kita dari luar Jabar seperti DKI, Kalimantan jadi khawatir jadi kota sendiri saja jadi cukup signifikan,"

Kebijakan tak mau buru-buru menggelar kuliah tatap muka juga dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB). Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan(WRAM) ITB Jaka Sembiring mengatakan, persiapan telah dilakukan sejak setahun yang lalu.

"Persiapan kampus dibuka itu sudah dilakukan sejak tahun lalu, mulai dari pembukaan kuliah hibrida di Jatinangor," ujar Jaka dalam keterangannya, Kamis (2/9/2021) di Observatorium Bosscha.

Namun sayangnya, menurut Jaka, setelah 10 hari pelaksanaan percobaan kuliah hibrida itu dilaksanakan, kebijakan PPKM diterapkan sehingga kegiatan tersebut diberhentikan.

Ia menambahkan bahwa sudah ada informasi dari Dikti untuk dapat segera menggelar kuliah tatap muka, tetapi tentu dengan mempertimbangkan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.

"Kami membuka kampus itu tidak dengan gegabah, apalagi melibatkan ribuan mahasiswa dan dosen. Hal ini dilakukan secara rinci dan bertahap," jelasnya. Sementara untuk tugas akhir, disertasi, dan tesis sudah mendapatkan izin untuk melaksanakan di dalam kampus.



Simak Video "Siswa SMP di Makassar Akan Mulai Simulasi Belajar Tatap Muka"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia