ITB Soal Kuliah Tatap Muka: Buka Kampus Tidak Boleh Gegabah

Anatasia Anjani - detikEdu
Kamis, 02 Sep 2021 14:30 WIB
Kampus ITB
Foto: Istimewa/ITB Soal Kuliah Tatap Muka: Buka Kampus Tidak Boleh Gegabah
Jakarta - Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Jaka Sembiring dalam ITB Talks yang disiarkan melalui Youtube resmi ITB, Kamis (2/9/2021) menjelaskan jika ITB tidak akan gegabah dalam melakukan kuliah tatap muka.

"Kita membuka kampus tidak gegabah apalagi melibatkan ribuan mahasiswa dan dosen itu tidak gegabah. Dilakukan secara rinci dengan bertahap dan persiapannya tidak main-main. Artinya itu melibatkan seluruh kantor rektorat yang ada di ITB jadi tidak parsial," ujar Jaka.

Jaka mengatakan jika persiapan kuliah tatap muka telah dilaksanakan ITB sejak tahun lalu dengan melakukan metode hybrid atau sebagian tatap muka dan sebagian online. Hal ini dilakukan dengan membuka perkuliahan di kampus Jatinangor.

"Juni Juli kita coba hybrid di kampus. Baru sepuluh hari tiba-tiba PPKM jadi terpaksa kita hentikan. Kemarin sudah ada rapat dengan Dikti mereka meminta untuk segera kelas tatap muka dilakukan. Tetapi tentu harus mempertimbangkan ketentuan-ketentuan yang ada di Pemkot kita khususnya karena ada di Ganesha dan Sumedang. Kita harus patuh pada ketentuan pemerintah setempat," papar Jaka.

Selain itu, ia menyoroti mengenai tugas-tugas perkuliahan. Menurutnya, untuk tugas akhir, tesis, disertasi itu sebenarnya sudah boleh dilakukan di kampus tapi dengan izin. Pelaksanaannya dilakukan di dalam kampus. Khusus pembukaannya secara hybrid dan tidak mungkin luring total.

"Kita mulai mendata mana-mana mata kuliah yang diprioritaskan. Dari kita panduannya adalah yang sifatnya experience learning seperti praktikum, studio, kuliah lapangan itu akan diprioritaskan," ujar Jaka.

"Kalau ada mata kuliah yang disiapkan prodi atau fakultas itu juga kita akan buka kemungkinannya. Kita sarankan satu mata kuliah untuk setiap angkatan dan prodi. Minimal seperti itu. Nah ini kita mulai data sampai minggu depan. Polanya sudah ada dan seperti yang dilakukan di bulan Juni Juli yang kemarin," kata Jaka.

Adapun Jaka menyampaikan jika tenggat waktu persiapannya kuliah tatap muka, yaitu setelah UTS. Ia menyampaikan jika situasi membaik akan dilakukan penyesuaian dengan melakukan PTM terbatas kapasitas tidak lebih dari 30%.

Dalam rencana membuka kampus, Jaka juga menyoroti vaksinasi mahasiswa. Menurut data total hampir 25 ribu mahasiswa sudah divaksin.

"Itu 70% lebih sudah vaksin kedua atau pertama. Jadi kedua jauh lebih banyak. Pertama masih sedikit. ITB tidak mewajibkan tetapi menghimbau untuk masyarakat kita segera divaksinasi. Ada juga data yang didapat tidak bisa divaksin. Tentu ini menjadi pertimbangan kita untuk membuka kegiatan akademik," papar Jaka.

Sementara itu, Jaka menyampaikan jika izin orang tua merupakan hal yang penting. Untuk itu, mahasiswa S1 nantinya akan dimintai izin dari orang tua sebelum melakukan perkuliahan tatap muka.

"Tentu nanti khususnya mahasiswa S1, izin dari orang tua tetap dipegang. Untuk mahasiswa 2021 kita upayakan kampus tour ITB. Bukan jalan di kampus tetapi satu dua mata kuliah praktikum yang bisa diikuti mahasiswa 2021," papar Jaka.

Simak Video "UNS Uji Coba Kuliah Tatap Muka, Mahasiswa Wajib Dapat Izin Ortu"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia