Kisah Mahasiswa Kampus Mengajar: Terima Materi Pembelajaran Pakai Satelit

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 11 Jun 2021 21:06 WIB
Roket Falcon 9 SpaceX membawa satelit internet Starlink
Ilustrasi Foto: Space.com
Jakarta - Pendaftaran mahasiswa program Kampus Mengajar angkatan 2 dibuka 11-30 Juni 2021. Adapun mahasiswa penerima program Kampus Mengajar Angkatan 1 sudah diberangkatkan untuk bertugas selama tiga bulan sejak 22 Maret-25 Juni 2021 di sekolah-sekolah dasar di penjuru Indonesia.

Kampus Mengajar merupakan bagian dari Program Kampus Merdeka Kemendikbudristek. Kampus Mengajar berfokus pada literasi dan numerasi anak-anak sekolah di Indonesia dan kesulitan belajar sekolah terdampak pandemi Covid-19 dengan melibatkan mahasiswa terpilih dari berbagai perguruan tinggi.

Salah satu cerita datang dari Havid Adhitama, mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang (Unnes). Havid mendapat penempatan di SD Negeri 4 Kalisat Kidul, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah.

Havid bercerita, lokasi sekolah dasar tempatnya bertugas tidak terjangkau sinyal. Kendala ini membuat internet tidak dapat diakses, sehingga ia dan teman-temannya harus berkomunikasi menggunakan handy talky atau HT di sekolah.

Ia menambahkan, kendala internet juga membuat sekolah kesulitan mendapat lembar kerja dan materi pembelajaran yang perlu diakses menggunakan internet.

Havid menuturkan, untuk mengatasi hal ini, ia dan teman-temannya kemudian berinisiatif untuk bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan The Radio Amateur Satellite Corporation atau AMSAT-ID.

Dalam kerjasama tersebut, mereka dan pihak sekolah melakukan uji coba berkirim media pembelajaran menggunakan satelit LAPAN-A2 dengan mode SSTV.

"Alhamdulillah dengan alat seadanya, kami bisa menerima gambar yang dikirim dari Jakarta dengan sempurna melalui satelit LAPAN-A2 mode SSTV tersebut," kata Havid.

Havid menuturkan, alat yang digunakannya mengirimkan materi pembelajaran lewat sejumlah tahap.

"Jadi SSTV yang kami gunakan dengan cara mengubah gambar jadi suara. Kemudian suara tersebut dipancarkan ulang melalui satelit, dan diterima di tempat kami. Suara tersebut lalu kami decode, dan muncul gambar yang dikirim. Alhamdulillah, guru-guru dan kepala sekolah di sini sangat antusias dengan uji coba ini," kata Havid.

Ia mengatakan, penggunaan SSTV tersebut bisa digunakan pada kondisi tidak ada akses internet di daerah lainnya.

Sekretaris Ditjen Dikti Kemendikbudristek Paristiyanti Nurwardani mengatakan, penggunaan ide tersebut akan diteruskan di daerah 3T lewat penjajakan kerjasama dan pelatihan.

"ini inovasi mahasiwa Kampus Merdeka, kalau kita sudah lakukan di satu SD, kita lanjutkan di tempat lain. Ini bisa diadakan pelatihannya untuk menginspirasi teman-teman lainnya," kata Paristiyanti.

Mahasiswa yang ikut dalam Program Kampus Mengajar mendapat uang saku, bantuan potongan UKT, dan konversi SKS sebesar 20 SKS untuk memenuhi syarat kelulusan kuliah.

Jadwal Kampus Merdeka Angkatan 2

- Pendaftaran: 11-30 Juni 2021
- Seleksi: 1-30 Juli 2021
- Pembekalan dan Pemberangkatan: 1-15 Agustus 2021
- Penugasan: 15 Agustus - 17 Desember 2021
- Penarikan Mahasiswa: 18 Desember 2021

Pendaftaran dan informasi selengkapnya bisa dilihat di https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/web/kampusmengajar2021 .

Gimana detikers, minat daftar Kampus Mengajar Angkatan 2?



Simak Video "Jokowi: Mahasiswa Jangan Hanya Belajar di Kampus"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia