Bakal Kuliah Tatap Muka, Unimma Buka Tes COVID-19 Pakai GeNose

Eko Susanto - detikEdu
Rabu, 28 Apr 2021 14:04 WIB
Tes GeNose di Universitas Muhammadiyah Magelang untuk skrining COVID-19
Foto: Foto: Eko Susanto/detikcom
Kabupaten Magelang - Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) mulai menerapkan tes GeNose untuk skrining COVID-19. Tes ini dilakukan sebagai persiapan kuliah tatap muka.

Menurut Dr Nina Danastri dari Klinik Pratama Unimma, dibukanya tes GeNose di kampus untuk menciptakan suasana lingkungan yang aman, khususnya untuk persiapan kuliah tatap muka. Apalagi, biaya yang dikeluarkan untuk tes GeNose lebih terjangkau dibandingkan tes yang lain.

Tes GeNose di Universitas Muhammadiyah Magelang untuk skrining COVID-19Tes GeNose di Universitas Muhammadiyah Magelang untuk skrining COVID-19 Foto: Foto: Eko Susanto/detikcom

"Universitas berusaha untuk memberikan fasilitas kepada civitas akademika untuk persiapan kuliah tatap muka. Kami ingin menciptakan suasana lingkungan yang aman untuk semua, salah satunya dengan cara GeNose karena dari segi harga lebih ekonomis daripada pemeriksaan rapid test yang lain," katanya saat ditemui di Klinik Pratama Unimma, Rabu (28/4/2021).

Pemakaian GeNose ini, kata Dr Nina, datang pada akhir Maret kemarin dan baru digunakan di awal April kemarin. Masyarakat pun antusias karenanya, sehingga para penggunakan GeNose ini tidak hanya dari civitas akademika, tapi juga untuk umum.

"Ini dipakai awal April. Datangnya akhir Maret, tapi dipakai mulai awal April. Sudah digunakan, tidak hanya civitas akademika, tapi juga untuk umum," tuturnya.

Pada dasarnya, hasil tes GeNose hanya memakan waktu selama 5 menit. Namun, lanjut Dr Nina, yang lama itu cara melatih orang untuk meniup di kantong pemeriksaan tersebut.

"5 menit sudah keluar (hasilnya). Yang lama itu sebenarnya kita ngelatihnya, ngelatihnya ngambil sampel itu," ujar dia.

Tes GeNose di Universitas Muhammadiyah Magelang untuk skrining COVID-19Tes GeNose di Universitas Muhammadiyah Magelang untuk skrining COVID-19 Foto: Foto: Eko Susanto/detikcom

Sejak awal dipakai, kata Nina, hingga sekarang sudah hampir 70 orang. Mereka yang telah menggunakan tes GeNose kebanyakan dari Magelang, namun ada juga yang dari luar. Bahkan, siswa-siswi yang akan mengikuti UTBK juga memanfaatkan tes GeNos di Unimma ini.

"Hampir 70 (orang) sejak April itu, nggak cuman dari Unimma saja. Sebagian besar tetap warga Magelang, tapi kemarin sempat juga ada dari Purworejo, mereka siswa-siswa SMA yang akan mengikuti UTBK di Jogja. 'Terus mereka membolehkan untuk GeNose jadi nggak harus antigen, mereka terus kesini untuk tes GeNose," ujarnya.

Untuk biaya tes GeNose dengan tingkat akurasi mencapai 97% ini, peserta dari luar kampus hanya dikenakan biaya Rp 30.000. Kemudian, dari internal kampus dipatok Rp20.000.

"Akurasinya mencapai 97%. Artinya kalau GeNose positif, kemungkinan kalau di PCR juga positif," sambungnya.

Khusus untuk mahasiswa yang akan melaksanakan kuliah tatap muka, katanya, skrining awal dilakukan di security. Para mahasiswa akan dilakukan pengukuran suhu, kemudian jika ada yang bergejala atau demam, mereka akan dibawa ke sini melakukan tes GeNose.

"Kalau awal di security, tes suhu, dikirim ke sini kalau ternyata beliau bergejala atau ada demam baru skrining ke sini. Kalau depan sudah diperbolehkan masuk artinya tidak bergejala, tidak sedang sakit terus tidak demam juga diperbolehkan tatap muka," tuturnya.

Tes GeNose di Universitas Muhammadiyah Magelang untuk skrining COVID-19Tes GeNose di Universitas Muhammadiyah Magelang untuk skrining COVID-19 Foto: Foto: Eko Susanto/detikcom

Sementara itu, Rektor Unimma Suliswiyadi mengaku bersyukur dengan hadirnya GeNose di kampusnya. Bahkan, hampir setiap hari ada orang yang melakukan skrining COVID-19 menggunakan GeNose.

"Kita sudah mendatangkan GeNose. Alhamdulillah tiap hari ada yang menggunakan GeNose," katanya.

GeNose yang dimiliki Unimma hanya ada satu. Sedangkan, kantong plastiknya ada banyak, sehingga mahasiswa yang akan kuliah jika bergejala akan dilakukan tes.

Simak Video "Berkat Medsos, Kakek asal Magelang Ditemukan Usai 30 Tahun Hilang"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia