Survei UGM: Mahasiswa Lebih Suka Blended Learning daripada Tatap Muka

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 20 Apr 2021 17:00 WIB
Gerbang kampus UGM.
Foto: Dok Humas UGM/Survei UGM: Mahasiswa Lebih Suka Blended Learning daripada Tatap Muka
Jakarta - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) disimpulkan lebih suka blended learning dibanding kuliah tatap muka. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan UGM.

Kalau detikers belum tahu, blended learning adalah kombinasi dari perkuliahan atau pembelajaran tatap muka dan online. Hal itu dikutip dari sebuah buku berjudul Handbook of Distance Education yang ditulis oleh Graham.

Tampaknya, dari segi biaya, perkuliahan dengan konsep blended learning tak menjadi masalah karena infrastruktur yang dimiliki para mahasiswa UGM sudah mendukung.

Survei tersebut dilakukan oleh Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) UGM terhadap 10.800 mahasiswanya.

Dikutip dari laman resmi UGM Selasa (20/9/2021), sebanyak 67 persen dari responden mengatakan bahwa perangkat teknologi yang mereka gunakan sudah mendukung pembelajaran daring.

Walau begitu, hanya 46 persen responden yang mengaku bahwa situasi belajar mereka baik atau sangat baik.

Masih dari sumber yang sama, kekurangan pembelajaran daring adalah lemahnya kualitas interaksi, penugasan, pencapaian keterampilan, dan pemahaman materi.

Karena itu, berdasarkan hasil survei tersebut, 54.2 persen mahasiswa UGM yang menjadi responden menginginkan pembelajaran secara blended learning, atau lebih dari separuhnya.

Lebih jauh lagi, sebanyak 58.1 persen responden survei ini mengatakan bahwa mereka nyaman dengan durasi blended learning selama 30 hingga 60 menit jika cara perkuliahan ini diterapkan.

Meskipun lebih dari responden mengisyaratkan angin segar untuk diterapkannya blended learning, Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan UGM, Prof. Dr. Ir Djagal Wiseso Marseno mengatakan bahwa blended learning di UGM masih perlu dipertimbangkan.

Pertimbangan yang perlu dilakukan adalah kondisi pandemi COVID-19 pasca lebaran nanti.

"Prinsip utama adalah mengutamakan keselamatan mahasiswa, dosen, dan tendik," ujar Marseno.

Marseno menuturkan, jika tidak ada puncak pandemi setelah Lebaran 2021 nanti, perkuliahan Semester I Tahun Ajaran 2021/2022 akan dilakukan secara blended.

Perkuliahan dengan skema ini juga akan dibagi dalam dua skema.

Skema pertama adalah dilakukannya pembelajaran daring atau online di paruh pertama semester. Sedangkan perkuliahan paruh kedua semester akan dilakukan secara tatap muka atau luring.

Skema keduanya adalah sistem gilir di mana separuh mahasiswa melakukan perkuliahan secara luring dan separuh lainnya daring, kemudian bergantian.

Tak hanya itu, proses perkuliahan dengan konsep blended learning di UGM ini nantinya masih akan dievaluasi berdasarkan prodi atau jenis keilmuan.

"Hal ini juga kami mempertimbangkan jenis keilmuan di prodi masing-masing," kata Marseno.



Simak Video "UNS Uji Coba Kuliah Tatap Muka, Mahasiswa Wajib Dapat Izin Ortu"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/nkn)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia