Mau Jadi Mahasiswa Jurusan Silvikultur di IPB? Intip Keseruannya!

Anatasia Anjani - detikEdu
Selasa, 27 Apr 2021 11:42 WIB
Kampus IPB/ipb.ac.id
Foto: Kampus IPB/ipb.ac.id
Jakarta - Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) punya jurusan Silvikultur. Jurusan ini memang terdengar asing dan tidak sepopuler kedokteran, manajemen, atau hukum. Seperti apa sih jurusan ini?

Jurusan Silvikultur terbuka bagi siswa SMA yang mencintai alam untuk dapat mengimplementasikan bakatnya di dunia profesional.

Guru Besar IPB Departemen Silvikultur Iskandar Z Siregar mengungkapkan sistem silvikultur dibutuhkan untuk melakukan regenerasi dan pemeliharaan hutan dengan bantuan teknologi terbarukan.

Dengan kurikulum yang diberikan oleh Departemen Silvikultur IPB University, mahasiswa mendapatkan mata kuliah seputar isu penginderaan jarak jauh dan cara mengadopsi data sains untuk kebutuhan data analisis.

Tentunya, pembelajaran tersebut diberikan dengan menggunakan fasilitas berupa komputer canggih. Iskandar menyebutkan teknologi untuk mengenerasi data itu sangat dibutuhkan untuk mewujudkan kehutanan yang presisi.

Dalam webinar "Satu Hari Menjadi Mahasiswa Silvikultur IPB University", beberapa waktu lalu, Iskandar menjelaskan mahasiswa jurusan Silvikultur juga mendapat kesempatan melakukan sekuensing DNA secara langsung di lapangan untuk mengenerasi datanya.

"Kesempatan demokratisasi teknologi ini salah satu hal yang dicoba oleh Departemen Silvikultur seperti penggunaan Oxford Nanopore Technology. Jadi riset-riset mahasiswa sudah meningkat satu level lebih tinggi di Silvikultur," kata Iskandar.

Beragam keterampilan juga akan diajarkan nantinya, salah satunya mengolah data. Mahasiswa akan diajarkan mengolah big data dan juga biokomputasi. Biokomputasi adalah menghubungkan bio informatika dan bioteknologi untuk penyimpanan data riset dalam makhluk hidup.

Doktor bidang Kehutanan lulusan Georg August Universitat, Gottingen, Jerman itu juga menyebutkan penggunaan teknologi ultra fine bubble juga akan menjadi mata kuliah Departemen Silvikultur. Teknologi ultra fine bubble adalah teknologi untuk mendukung perkecambahan benih.

Kemudian mahasiswa jurusan Silvikultur juga akan mempelajari teknologi seed ball untuk persemaian. Teknologi drone juga akan diajarkan yang berguna mendeteksi individu berdasarkan tajuk.

"Sepertinya keterampilan akan teknologi tidak dapat dihindari, terutama untuk masuk ke dalam area riset-riset yang sangat potensial bagi membuka lapangan pekerjaan. Memiliki kemampuan programming art maupun machine learning di masa depan tentunya sangat dibutuhkan," kata Iskandar.

Lalu bagaimana prospek kerja lulusan jurusan Silvikultur? Menurut Iskandar jurusan Silvikultur sangat sesuai dengan perkembangan zaman. Revolusi industry 4.0 membuka jalan bagi lulusan mahasiswa silvikultur untuk menjadi wirausaha dalam bidang green business dengan mendirikan perusahaan start-up.

Model bisnisnya yaitu dengan memulai di bidang jasa seperti menggunakan drone, genomic service, analisis data, dan sebagainya. Tentu saja prospek karier tersebut beriringan dengan kurikulum K-2020 IPB.

Simak Video "Lebih Penting Passion atau Bakat?"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia