Unusa Lantik dan Ambil Sumpah 29 Mahasiswa Kedokteran Angkatan Pertama

Tim detikcom - detikEdu
Minggu, 04 Apr 2021 19:45 WIB
Sebanyak 29 mahasiswa kedokteran Unusa dilantik dan mengucapkan sumpah dokter
Unusa melantik dan mengambil sumpah dokter angkatan pertama Program Profesi Dokter (PPD) FK Unusa (Foto: dok Unusa)
Surabaya - Senat Akademik Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah dokter angkatan ke-1 Periode 1 Tahun 2021 yang diikuti 29 mahasiswa Program Profesi Dokter (PPD) FK Unusa.

Mereka telah menyelesaikan Kepaniteraan Klinik, dan telah dinyatakan lulus Ujian Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) Periode bulan Februari 2021.

Rektor Unusa, Achmad Jazidie mengatakan, pelantikan dan pengambilan sumpah ini adalah awal untuk beberapa tahap lanjutan di bidang kedokteran, masih banyak jenjang pendidikan lanjutan baik spesialisasi maupun magister yang bisa dilalui.

"Setelah pengambilan sumpah, para dokter baru harus menyiapkan diri untuk menjalankan program internship selama 1 tahun di tempat pilihan masing-masing," ungkapnya, Minggu (4/4) di Auditorium Lantai 9 Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya.

Dekan Fakuktas Kedokteran (FK) Unusa, Handayani memastikan, 29 dokter baru dari Unusa tersebut nantinya akan menjalani internship. Setelah itu, dokter baru bisa mengambil pendidikan lanjutan atau mengambil spesialis. "Bahkan dokter baru bisa mengabdi di pondok pesantren tempat dokter ini sekolah dahulu," ujarnya.

Handayani menjelaskan, nantinya dokter baru juga bisa bekerja di rumah sakit jejaring Nahdlatul Ulama yang ada diseluruh Indonesia. "Kami berharap lulusan ini harus siap untuk ditempatkan dimana saja sebagai upaya memenuhi kebutuhan dokter di daerah ," katanya.

Sementara Sekretaris III IDI Surabaya, Hilman Siregar mengatakan kebutuhan dokter di daerah memang sangat besar. Hilman berharap dokter baru dari Unusa, bisa memenuhi kebutuhan dokter di daerah.

"Perumusan dalam penyebaran kebutuhan dokter di daerah harus duduk bersama antara pemerintah provinsi daerah dan pemerintah kota, agar tepat sasaran serta dokter baru mau ditempatkan dan betah di daerah yang saat ini dirasa masih kurang," ucap Hilman.

(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia