Ini Profil Profesor Heri Kuswanto, Guru Besar Termuda ITS

Tim detikcom - detikEdu
Rabu, 31 Mar 2021 14:32 WIB
Heri Kuswanto, guru besar termuda ITS
Prof. Dr.rer.pol. Heri Kuswanto. S.Si., M.Si dikukuhkan sebagai guru besar ITS Surabaya (dok. pribadi)
Jakarta - Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya hari ini Rabu (31/3/2021) mengukuhkan 10 guru besar baru dari berbagai fakultas dan program studi di kampus ITS.

Salah satunya adalah Prof Dr rer pol Heri Kuswanto MSi sebagai guru besar statistika. Dosen kelahiran Gresik, Jawa Timur ini dikukuhkan saat usianya baru menginjak 39 tahun.

"Saat ini Prof Heri merupakan guru besar termuda di ITS," ujar Kepala Unit Komunikasi Publik (UKP) ITS Anggra Ayu Rucitra pada detikEdu, Rabu (31/3/2021). Sebelumnya, beberapa waktu lalu ITS juga pernah mengukuhkan guru besar yang berusia di bawah 40 tahun.

Guru besar itu yakni Gamantyo Hendrantoro dari Fakultas Teknik Elektro pada 2008 dalam usia 37 tahun. Kemudian Ketut Buda Artana, guru besar Teknik Sistem Perkapalan kelahiran Singaraja, 15 September 1971 yang dikukuhkan pada Oktober 2010.

Prof Dr rer pol Heri Kuswanto M.Si sendiri menyelesaikan S1 dan S2 di ITS. Ia kemudian melanjutkan studinya di Institute of Statistics, Leibniz Hannover University, Jerman. Heri menggondol gelar doktor dalam bidang Statistika pada 2009 dalam usia 27 tahun.

Dia kemudian melakukan riset pascadoktoral sebagai research associate di Department of Mathematics and Statistics, Laval University, Kanada.

Proyek penelitiannya di Kanada adalah kalibrasi prakiraan cuaca secara ensemble yang didanai oleh proyek MITACS (Mathematics of Information Technology and Complex Systems) Canadian Network of Centres of Excellence.

Seperti yang dikutip dari laman Harvard's Solar Geoengineering Research Program, Prof Dr rer pol Heri Kuswanto M.Si memiliki sejumlah penelitian yang difokuskan pada peristiwa ekstrem (cuaca dan iklim) dan pemodelan iklim, khususnya masalah terkait curah hujan tinggi dan kekeringan.

Seperti yang dikutip dari laman ITS, Wakil Ketua Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) ini merupakan salah satu peneliti pertama di dunia yang melakukan penelitian dampak Solar Radiation Management (SRM) atau Solar Geoengineering pada 2018.

Proyek ini menyelidiki bagaimana temperatur dan curah hujan akan berubah setelah penerapan SRM di masa yang akan datang. Selain itu mengkaji Heat Stress Index (Indeks Tekanan Panas), yaitu batas kemampuan makhluk hidup tertentu dalam menerima tekanan akibat daripada cuaca yang panas.

Untuk diketahui, SRM sendiri ialah ide yang sangat kontroversial dengan melakukan pemantulan terhadap sebagian sinar matahari agar menjauhi bumi, untuk mengurangi risiko perubahan iklim di bumi.

SRM dilakukan dengan cara melakukan blocking terhadap sejumlah sinar matahari untuk mendinginkan bumi, contohnya dengan menyemprotkan partikel-partikel pemantul di atmosfer.

"Jika ini bisa dilakukan secara aman, teknologi ini akan menjadi cara yang cepat untuk mengurangi beberapa risiko perubahan iklim yang sedang dihadapi dunia ini, di mana dunia sedang berusaha melakukan pengurangan emisi gas rumah kaca," ujar Heri.

Penelitian yang dilakukan Heri bersama timnya tersebut, merupakan satu dari delapan proyek yang dianugerahkan oleh DECIMALS (Developing World Impact Modelling Analysis for SRM) Fund yang dibiayai oleh The World Academy of Science (TWAS) dan UNESCO.

Saat dikukuhkan sebagai guru besar hari ini, Heri dalam orasinya mengangkat tentang pemanfaatan komputasi statistik sebagai solusi untuk mengatasi ketidakpastian di era big data.

Selain Heri Kuswanto, dikukuhkan pula sembilan guru besar lainnya yakni:

1. Prof. Setiyo Gunawan, S.T., Ph.D., dari Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem,
2. Prof. Dr. Dra. Mardlijah, M.T., dari Departemen Matematika, Fakultas Sains dan Analitika Data
3. Prof. Dr. Enny Zulaika, M.P., dari Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Analitika Data
4. Prof. Aries Sulisetyono, S.T., MA.Sc., Ph.D., dari Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan
5. Prof. Ir. Aguk Zuhdi Muchamad Fathallah, M.Eng., Ph.D. , dari Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan
6. Prof. Erma Suryani, S.T., M.T., Ph.D., dari Departemen Sistem informasi, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas
7. Prof. Dr. Ir. I Ketut Suastika, M.Sc., dari Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan
8. Prof. Dr. Ir. Soedibyo, M.MT.,dari Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas
9. Prof. Dr. Ir. Ria Asih Aryani Soemitro, M.Eng., dari Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan dan Kebumian

Dengan dikukuhkannya 10 guru besar dari berbagai bidang keilmuan, sampai hari ini ITS Surabaya telah memiliki 114 guru besar. (pal/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia