×
Ad

Mahasiswa FK UIN Jakarta Ini Raih Peringkat 1 Nasional Uji Progres AIPKI, Apa Tipsnya?

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 27 Okt 2026 16:00 WIB
Muhammad Subhaan Ambardhani, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UIN Jakarta. Foto: UIN Jakarta
Jakarta -

Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UIN Jakarta berhasil meraih peringkat pertama dalam Uji Progress Nasional Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI). Dialah Muhammad Subhaan Ambardhani, mahasiswa pendidikan profesi angkatan 2021.

Total, terdapat 2.115 peserta tingkat nasional dalam ujian ini. Ujian dilaksanakan serentak secara daring menggunakan computer-based test (CBT), Selasa (13/10/2026).

Bagi Subhaan, peringkat 1 bukanlah tujuan utamanya. Meski demikian, ia memiliki target untuk mengerjakan ujian semaksimal mungkin dan menjadikan ujian sebagai sarana evaluasi diri yang objektif.

"Alhamdulillah bisa sampai meraih peringkat 1 nasional dari ribuan peserta, pencapaian ini di luar ekspektasi saya," ungkapnya, dikutip dari UIN Jakarta pada Selasa (27/10/2026).

Apa Rahasianya?

Subhaan menyebut, persiapan utamanya adalah konsisten belajar harian selama koas. Setiap kali menemukan kasus di rumah sakit, maka ia membiasakan untuk langsung membaca pedoman tata laksana terbaru.

"Menjelang tes, saya juga memperbanyak latihan soal supaya lebih terbiasa menganalisis skenario kasus dengan cepat dan tepat," jelasnya.

Ujian ini baginya merupakan tolok ukur perkembangan kompetensi medis mahasiswa secara bertahap. Menurutnya, untuk mahasiswa, hasil dari ujian ini bisa menjadi bahan introspeksi untuk mengetahui materi mana yang telah dikuasai dan topik apa saja yang masih butuh pendalaman sebelum Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter (UKNPDPD).

Sementara, bagi kampus, ia menilai ujian ini dapat menjadi bahan evaluasi kurikulum dan mutu pendidikan dibandingkan rata-rata nasional.

Ia menyebut, soal yang terdapat dalam uji progres mencakup beragam pertanyaan mulai dari patofisiologi penyakit, penegakan diagnosis, penanganan kegawatdaruratan, terapi farmakologi, hingga etikolegal dan kesehatan masyarakat di faskes primer.

"Soal-soalnya berupa vignette kasus. Jadi dari keluhan utama, tanda vital, sampai hasil pemeriksaan fisik dan penunjang seperti lab, EKG, radiologi, hingga histopatologi," terangnya.



Simak Video "Video: AIPKI Sebut Pemilihan Anggota Kolegium Kedokteran Tak Sesuai UU"

(nah/twu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork