Wisuda tak hanya menjadi momen merayakan kelulusan, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan karya yang bermanfaat. Hal ini dibuktikan Fatika Hayu Ariyani, wisudawan terbaik Universitas Tidar (Untidar).
Ia baru saja lulus pada Oktober 2026 ini dan berhasil meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,99. Menariknya, Fatika sebelumnya juga mengembangkan aplikasi pembelajaran matematika berbasis Android.
Fatika merupakan lulusan Program Studi S1 Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untidar. Mahasiswi asal Ceper, Klaten, Jawa Tengah, ini menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 10 bulan 12 hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun karya yang mengantarkan Fatika pada pengalaman berharga tersebut adalah aplikasi Serlida. Bagaimana cerita Serlida bisa muncul?
Berawal dari Tugas, Fatika Belajar Coding Otodidak
Fatika mengatakan Serlida merupakan singkatan dari Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Berawal dari tugas kuliah, ia mengembangkan media pembelajaran untuk membantu siswa memahami materi tersebut secara lebih menarik dan interaktif.
Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu siswa mempelajari berbagai metode penyelesaian SPLDV. Mulai dari substitusi, eliminasi, campuran, hingga grafik.
"Sistem persamaan linear dua variabel atau disingkat Serlida. Sebuah aplikasi pembelajaran matematika persamaan linear dua variabel meliputi jenis metode penyelesaian dari metode substitusi, eliminasi, campuran, dan grafik," jelas Fatika dikutip dari laman Untidar, Senin (19/10/2026).
Menariknya, pengembangan aplikasi ini bermula dari mata kuliah Media Pembelajaran. Fatika kemudian belajar menggunakan platform pembuat aplikasi tanpa banyak menulis kode atau no-code, yakni Kodular, secara mandiri melalui YouTube.
Dari proses belajar tersebut, ia berhasil menciptakan aplikasi berbasis Android yang tidak hanya menyajikan materi dalam bentuk teks, tetapi juga dilengkapi video penjelasan. Aplikasi Serlida pun telah tercatat memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas nama Fatika, meski belum dipublikasikan secara komersial.
Bikin Belajar Matematika Lebih Interaktif
Aplikasi Serlida dikembangkan dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Pendekatan ini menghubungkan konsep matematika dengan situasi atau permasalahan yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak langsung disuguhi definisi, rumus, dan contoh soal. Sebaliknya, mereka diajak memahami persoalan terlebih dahulu, menganalisis situasi, kemudian mencoba menemukan penyelesaiannya menggunakan konsep matematika.
Setelah siswa mencoba menyelesaikan masalah, aplikasi menyajikan empat metode penyelesaian SPLDV yang dapat dipelajari dan dibandingkan. Penjelasan diberikan dalam bentuk tulisan dan video agar siswa dapat memahami cara penggunaan setiap metode.
Fatika menjelaskan media tersebut dirancang untuk mendukung penyampaian materi pembelajaran sesuai dengan prinsip dan karakteristik RME.
"Aplikasi Serlida berbasis Android, aplikasinya berguna untuk membantu penyampaian pembelajaran dengan sesuai prinsip dan karakteristik RME," ungkapnya.
Pengembangan Serlida tidak berhenti pada pembuatan aplikasi. Media pembelajaran tersebut juga telah diujicobakan kepada siswa kelas VIII G MTs Negeri 2 Kota Magelang.
Materi yang disajikan berfokus pada SPLDV dengan pengalaman belajar berbasis masalah melalui perangkat Android. Fatika mengklaim, aplikasi ini dinyatakan valid, praktis, dan efektif.
Melalui Serlida, Fatika berupaya menghadirkan alternatif media belajar yang memungkinkan siswa mempelajari matematika secara lebih aktif. Ia berharap siswa tidak hanya dibebankan bukan menghafalkan rumus.
