- Daftar 17 Peneliti UGM di World's Top 2% Scientist Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Fakultas Kehutanan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Farmasi Fakultas Teknik Fakultas Kedokteran Gigi Fakultas Geografi
- Deteksi Dini Penyakit Anak
- Biokomposit Ramah Lingkungan
- Pemetaan Ekosistem Pesisir
Ada 17 peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil masuk dalam daftar World's Top 2% Scientist atau top 2% ilmuwan paling berpengaruh di dunia 2026. Daftar ini dirilis oleh penerbit ilmiah global Elsevier.
Rektor UGM, Prof dr Ova Emiliah PhD menyebut capaian ini menjadi bukti bila ilmuwan UGM memiliki kualitas pendidikan, riset, dan publikasi yang telah diakui dunia. Para peneliti ini mengembangkan fokus studi yang beragam.
Penelitian yang dimaksud, dari bidang pemanfaatan material ramah lingkungan, pemetaan ekosistem pesisir, hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Segenap capaian ini senantiasa akan menjadi inspirasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di masa depan," tutur Prof Ova mengapresiasi prestasi dan inovasi yang dilakukan 17 peneliti UGM dikutip Jumat (16/10/2026).
Daftar 17 Peneliti UGM di World's Top 2% Scientist
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
- Prof dr Adi Utarini MSc MPH PhD
- Prof dr Indah Kartika Murni MKes SpA(K) PhD
- dr Sumadi Lukman Anwar MSc PhD SpB SubspOnk (K)
Fakultas Kehutanan
- Prof Dr Ir Ragil Widyorini ST MT IPU
- Prof Dr Ahmad Maryudi SHut MFor
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
- Dr Yehezkiel Steven Kurniawan SSi MEng
- Prof Dra Wega Trisunaryanti MS PhD Eng
- Prof Dr Eng Edi Suharyadi SSi MEng
- Prof Dr Eng Kuwat Triyana MSi
- Prof Drs Jumina PhD
Fakultas Farmasi
- apt Eka Noviana PhD
- Prof Dr apt Abdul Rohman SF MSi
Fakultas Teknik
- Muhammad Akhsin Muflikhun ST MSME PhD
- Prof Dr Ir Kusmono ST MT IPM ASEAN Eng
Fakultas Kedokteran Gigi
- Prof drg Ika Dewi Ana MKes PhD
Fakultas Geografi
- Prof Dr Pramaditya Wicaksono SSi MSc
- Prof Dr rer nat Muh Aris
Deteksi Dini Penyakit Anak
Peneliti asal Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, Indah Kartika Murni menjalani riset yang berfokus pada deteksi dini penyakit anak. Salah satu kontribusi pentingnya, ialah penelitian mengenai keterlambatan diagnosis penyakit jantung bawaan.
Dalam penelitiannya, ditemukan bahwa 60 persen dari 850 anak mengalami keterlambatan diagnosis penyakit jantung bawaan. Pada kelompok dengan penyakit jantung bawaan berat, proporsinya mencapai lebih dari 85 persen.
Studi yang dilakukannya berfokus pada intervensi kesehatan yang sederhana, terjangkau, dan berbasis bukti untuk negara berkembang. Salah satu hasil utamanya menjelaskan skrining penyakit jantung bawaan kritis pada bayi baru lahir menggunakan pulse oximeter.
Riset yang melibatkan 1.450 bayi di empat rumah sakit di Yogyakarta ini berhasil mengidentifikasi delapan kasus kritis dan menjadi bukti ilmiah pendukung bagi pembentukan kebijakan nasional.
Indah menjelaskan, penelitian kesehatan perlu menghasilkan bukti yang relevan dengan kondisi pelayanan kesehatan di Indonesia, termasuk intervensi yang dapat diterapkan dengan sumber daya terbatas.
"Salah satu kontribusi terpenting dari penelitian saya adalah yang tentu saja kami lakukan bersama tim, yaitu menghasilkan bukti ilmiah yang relevan dengan kondisi negara berkembang seperti Indonesia mengenai bagaimana intervensi yang berbasis bukti, yang relatif sederhana dan terjangkau, dapat meningkatkan keselamatan pasien dan juga kualitas pelayanan kesehatan," katanya.
Biokomposit Ramah Lingkungan
Salah satu fokus penelitian yang berhasil mendapat pengakuan ini berkaitan dengan bidang teknologi hasil hutan. Ragil Widyorini dari Fakultas Kehutanan berhasil menghasilkan inovasi produk komposit ramah lingkungan.
Komposit ini berasal dari serat alam, kayu berkualitas rendah, dan limbah pertanian dan kehutanan. Dengan bahan perekat alami yang bebas formaldehida, studi Ragil menghasilkan material alternatif yang berpotensi diaplikasikan dalam berbagai kebutuhan.
Menurut Ragil, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan untuk memperluas penerapan teknologi komposit. Pemanfaatan material alternatif tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk kehutanan.
Pemetaan Ekosistem Pesisir
Fokus penelitian kedua yang dilakukan ilmuwan UGM datang dari Fakultas Geografi, oleh Pramaditya Wicaksono. Penelitian Pramaditya berfokus pada evaluasi dan pengembangan metode serta model pemetaan untuk menghasilkan infromasi mengenai kondisi ekosistem pesisir.
Hasil studi Pramaditya mendukung pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dengan data yang didapatkan. Data ini kemudian bisa dimanfaatkan oleh pemerintah maupun organisasi nonpemerintah.
Peta yang diciptakan dalam penelitian menjadi dasar untuk menghitung luas padang lamun nasional, sekaligus data referensi untuk pengelolaan kawasan pesisir, ocean accounting, dan penghitungan karbon biru.
Menurut Pramaditya, perhatian terhadap ekosistem padang lamun belum sebesar terhadap ekosistem pesisir lainnya. Namun, meningkatnya perhatian terhadap karbon biru dan ekonomi biru bisa membuka peluang pendanaan serta mendorong perkembangan penelitian padang lamun di masa mendatang.
