Tujuh peneliti Universitas Brawijaya (UB) tercatat dalam daftar Top 2% Researchers 2026. Menurut laman UB, jumlah tersebut meningkat dari lima peneliti pada 2025.
Sebagai informasi, Top 2%Researchsadaah daftar yang disusun oleh tim peneliti John P. A.Ioannidis dari Universitas Stanford dan diterbitkan melaluiElsevier Data Repository. Daftar ini menggunakan skor komposit (C-score) yang menggabungkan beberapa indikator, seperti jumlahsitasi, h-index, dan hm-index.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penilaian ini disesuaikan dengan jumlah penulis serta posisi penulis dalam publikasi tersebut. Hasil akhir tidak hanya didasarkan pada jumlah publikasi, tetapi juga memperhitungkan dampak sitasi dan kontribusi penulis.
7 Peneliti UB Masuk Top 2% Researchers 2026
Ketujuh peneliti UB yang masuk dalam Top 2% Researchers 2026 adalah:
1. dr Jonny Karunia Fajar, SpPD (bidang General & Internal Medicine)
2. Ir Nurul Huda, MSc PhD (bidang Food Science)
3. Raden Adharyan Islamy, SPi MP (bidang Fisheries)
4. Dr dr Nur Samsu, SpPD KGH (bidang General & Internal Medicine)
5. Prof Dr Ir Femiana Gapsari Madhi Fitri, ST MT (bidang Materials)
6. Prof Sujarwoto, SIP MSi PhD (bidang General & Internal Medicine)
7. Danung Nur Adli, SPt MSc MPt (bidang Dairy & Animal Science)
5 Bidang Keilmuan Riset UB
Ketua Kelompok Jabatan Fungsional Data Pemeringkatan Berbasis Web UB, Mahdin Rohmatillah, ST MSc MT PhD, menjelaskan capaian tersebut tidak hanya ditandai dengan bertambahnya jumlah peneliti, tetapi juga meluasnya keterwakilan bidang keilmuan UB.
"Keterwakilan bidang keilmuan juga meluas dari tiga subbidang pada 2025 menjadi lima subbidang pada 2026," ujar Mahdin dalam laman UB dikutip Kamis (15/10/2026).
Kelima subbidang tersebut meliputi:
1. General & Internal Medicine
2. Food Science
3. Fisheries
4. Materials
5. Dairy & Animal Science
Raden Adharyan Islamy, dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB masuk pemeringkatan ini di lingkungan UB pada 2026. Penelitiannya berfokus pada nutrisi ikan dan lingkungan perairan, termasuk dengan pemanfaatan bahan baku alternatif dan teknologi fermentasi untuk meningkatkan kualitas dan kecernaan pakan.
Ia juga meneliti pengelolaan kualitas air, lingkungan budidaya, dan potensi tanaman invasif untuk bahan alternatif pakan ini.
"Harapa saya ke depan, penelitian-penelitian tersebut tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memiliki manfaat praktis dan dapat dikembangkan menjadi inovasi yang relevan untuk budidaya ikan,"ucapnya.
Dosen Fakultas Animal Science and Technology (FAST) UB, Danung Nur Adli, juga masuk pemeringkatan peneliti terkemuka di dunia ini pada 2026. Ia aktif meneliti di bidang peternakan dengan memanfaatkan meta-analysis, machine learning, deep learning, dan explainable AI. Ia juga memanfaatkan RStudio dan Python untuk menganalisis temuan riset yang sudah ada.
Lewat penelitiannya, Danung salah satunya mengembangkan teknologi sensor suhu dan kelembapan untuk warga di Bojonegoro, Jawa Timur.
Selamat kepada para peneliti UB yang masuk dalam Top 2% Reseachers tingkat global!
