×
Ad

Dukung Mahasiswa dengan Disabilitas Daksa, UIN Ar-Raniry Beri Motor Modifikasi

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 14 Okt 2026 06:00 WIB
Dukung Mahasiswa dengan Disabilitas Daksa, UIN Ar-Raniry Beri Motor Modifikasi. Foto: Kemenag
Jakarta -

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kini memiliki 22 mahasiswa dengan disabilitas yang kuliah di sana. Salah satunya adalah Hikma Indrawani.

Hikma memiliki keterbatasan mobilitas sebagai penyandang disabilitas daksa. Sebelumnya, ia harus berangkat kuliah 30-40 menit lebih awal.

Namun, kampus baru-baru ini memberikan sepeda motor roda tiga. Motor tersebut dimodifikasi agar sesuai kebutuhan Hikma.

Bantuan disalurkan melalui Islamic Trust Fund (ITF) UIN Ar-Raniry. Dana bantuan dihimpun dari dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika, hingga masyarakat di luar kampus.

"Kami ingin memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan menyelesaikan pendidikannya," kata Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Mujiburrahman dalam rangkaian Wisuda Gelombang III Tahun 2026 di Auditorium Prof Ali Hasjmy, Banda Aceh, Kamis (8/10/2026), dikutip dari Kemenag RI.

Menurut Rektor, motor tersebut adalah bagian dari upaya kampus untuk memastikan mahasiswa dengan disabilitas mendapatkan akses dan dukungan yang setara selama kuliah. Ia menilai, perguruan tinggi tidak cuma berkewajiban menyediakan layanan pendidikan, tetapi juga membangun lingkungan belajar yang bisa diakses semua mahasiswa.

Hikma Penghafal Al Quran

Motor yang diberikan oleh kampus itu bagi Hikma bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga kesempatan untuknya agar bisa bergerak mandiri. Sebelumnya, saat masih harus berjalan kaki menuju kampus, sesekali ada orang yang memberinya tumpangan.

"Alhamdulillah, dengan motor ini saya bisa lebih mudah ke kampus, membeli keperluan, dan beraktivitas, baik di dalam maupun di luar kampus. Jarak bukan lagi penghalang bagi saya untuk terus berkembang," kata Hikma.

Hikma juga merupakan penghafal Al Quran 30 juz. Setelah lulus nanti, mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Filsafat itu ingin mengabdikan ilmu yang ia dapat kepada masyarakat.

Ia berharap dukungan untuk mahasiswa disabilitas di kampusnya terus diperkuat, sehingga keterbatasan fisik tidak jadi penghalang untuk mendapatkan pendidikan dan mengembangkan potensi.

"Kita bukan kekurangan, tetapi istimewa. Tidak ada manusia yang sempurna. Jadikan ketidaksempurnaan itu menjadi keunggulan diri dan buktikan bahwa kita bisa seperti mereka, bahkan mungkin lebih," ucap Hikma.



Simak Video "Video: Siswa Tak Otomatis naik Kelas, Ancaman untuk Siapa?"

(nah/twu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork