Sebanyak sembilan ilmuwan Universitas Hasanuddin (Unhas) masuk dalam daftar World's Top 2% Scientists 2026. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan dari tahun 2025 yang berjumlah tujuh orang.
World's Top 2% Scientists adalah daftar yang disusun Stanford University bersama penerbit ilmiah Elsevier BV sebagai salah satu bentuk pengakuan terhadap pengaruh karya ilmiah peneliti di tingkat global.
Daftar tersebut disusun berdasarkan sejumlah indikator kinerja publikasi dan sitasi yang bersumber dari basis data Scopus. Indikator tersebut digunakan untuk memetakan pengaruh ilmiah peneliti dalam bidang keilmuannya masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, penilaian menggunakan indikator komposit disesuaikan dengan karakteristik setiap bidang penelitian. Dengan demikian, daftar ini memberikan gambaran mengenai pengaruh karya ilmiah peneliti dalam komunitas akademik global.
Daftar 9 Ilmuwan Unhas yang Masuk Top 2% Scientists Dunia 2026
Sembilan ilmuwan Unhas yang masuk dalam daftar tersebut berasal dari lima fakultas. Mereka berasal dari bidang farmasi, matematika dan ilmu pengetahuan alam, teknologi pertanian, ilmu kelautan dan perikanan, serta kehutanan.
Berikut daftar nama-nama lengkapnya:
1. Prof Dr Muhammad Alif K Sahide, SHut, MSi (Fakultas Kehutanan)
2. Prof Dr Ir Rohani Ambo Rappe, MSi (Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan)
3. Nurhasni Hasan, SSi, MSi, MPharmSc, PhD, Apt (Fakultas Farmasi)
4. Dr Heryanto, SSi, MSi (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/FMIPA)
5. Prof Ir Andi Dirpan, STP, MSi, PhD (Fakultas Teknologi Pertanian)
6. Prof Dr Eng Mawardi Bahri, MSi (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/FMIPA)
7. Prof Andi Dian Permana, SSi, MSi, PhD, Apt (Fakultas Farmasi)
8. Prof Dr Dahlang Tahir, SSi, MSi (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/FMIPA)
9. Prof Firzan Nainu, SSi, MBiomedSc, PhD, Apt (Fakultas Farmasi).
Unhas Perkuat Rekognisi Akademik Global
Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian Unhas, Prof Ir Suharman Hamzah, ST, MT, Ph D (Eng) mengatakan peningkatan jumlah ilmuwan yang masuk dalam daftar tersebut menunjukkan perkembangan pengakuan akademik Unhas di tingkat internasional. Menurutnya, capaian itu tidak hanya mencerminkan kinerja individu para peneliti, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan visibilitas keilmuan Unhas di komunitas akademik global.
"Peningkatan jumlah ini menunjukkan bahwa pada berbagai bidang keilmuan, semakin banyak ilmuwan Unhas yang memperoleh pengakuan dalam komunitas akademik global. Capaian tersebut tidak hanya merepresentasikan kinerja individual, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan visibilitas keilmuan Unhas secara lebih luas," jelas Suharman dikutip dari laman Unhas, Minggu (11/10/2026).
Ia menambahkan, meningkatnya visibilitas akademik dapat membuka peluang kolaborasi penelitian dengan perguruan tinggi dan lembaga riset. Selain itu, bisa memperluas jangkaun sampai ke dalam maupun luar negeri.
Menurut Suharman, pengakuan terhadap peneliti juga dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa. Jejaring internasional yang dimiliki para ilmuwan memungkinkan mahasiswa memperoleh akses terhadap perkembangan riset terbaru dan pengalaman akademik lintas institusi.
"Bagi mahasiswa, reputasi peneliti dan bidang keilmuan merupakan bagian dari lingkungan akademik yang mereka pertimbangkan. Ketika semakin banyak peneliti Unhas memiliki rekognisi dan jejaring internasional, hal ini turut meningkatkan daya tarik Unhas sebagai institusi pendidikan dan penelitian," ujarnya.
Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa, M Sc atau Prof JJ, turut menyampaikan kebanggaannya atas capaian sembilan ilmuwan tersebut. Menurutnya, peningkatan jumlah peneliti Unhas menunjukkan perkembangan ekosistem riset yang dibangun kampus.
"Selamat kepada para peneliti kami. Selain prestasi individu, capaian ini juga cerminan dari ekosistem akademik dan riset yang terus kita bangun di Unhas," ujarnya.
