Baru 19 Tahun Sudah Lulus S1 Teknik Lingkungan, Ini Cerita Hasna

ADVERTISEMENT

Baru 19 Tahun Sudah Lulus S1 Teknik Lingkungan, Ini Cerita Hasna

Nikita Rosa - detikEdu
Minggu, 11 Okt 2026 15:00 WIB
Hasna Nur Shadrina, Wisudawan Termuda ITS
Hasna Nur Shadrina, Wisudawan Termuda ITS. (Foto: ITS)
Jakarta -

Hasna Nur Shadrina resmi menyandang gelar sarjana dari ITS pada usianya yang baru 19 tahun 7 bulan. Saat remaja usianya baru menyelesaikan SMA, Hasna sudah dinobatkan sebagai wisudawan termuda ITS periode wisuda ke-134.

Hasna bercerita jika ia memang menuntaskan jalur akademiknya dengan lebih cepat. Ia memulai TK pad usia 3 tahun dan memulai SD pada usia 5 tahun. Setelah itu, ia mengikuti program akselerasi di jenjang SD dan SMP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasna mengakui perjalanan itu membuatnya menjadi lebih mudah beradaptasi. Namun perempuan yang besar di Tangerang itu menemui tantangan baru saat harus hidup di perantauan.

"Proses saya untuk beradaptasi terbantu banget karena punya teman-teman yang sama-sama merantau, jadi terasa lebih mudah," ungkapnya dalam laman ITS dikutip Minggu (11/10/2026).

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, Hasna juga dihadapkan dengan tantangan akademik berupa ritme perkuliahan di Departemen Teknik Lingkungan ITS yang terkenal kompetitif. Menghadapi tekanan tersebut, Hasna memilih tak ambil pusing dan fokus pada konsistensi.

Tugas Akhir Jadi Fase Terberat

Menurut Hasna, fase terberat adalah saat mengerjakan tugas akhir (TA). Berbeda dari penelitian biasa, studinya menuntut pengujian laboratorium serta rangkaian tiga tahapan sidang, mulai dari seminar proposal, seminar progres, hingga seminar hasil.

Hasna mengangkat isu polusi lingkungan di Jawa Timur melalui topik mikroplastik di Sungai Kalimas, Surabaya. Topik ini menjadi menarik karena ia menemukan mikroplastik tergolong sebagai emerging pollutant yang keberadaannya semakin mengkhawatirkan.

"Namun, hingga saat ini belum ada regulasi resmi untuk mengatasi persoalan lingkungan di lokasi wisata seperti Sungai Kalimas," tuturnya.

Rencana ke Depan

Usai menuntaskan studinya, Hasna tidak terburu-buru menetapkan target jangka panjang. Dalam tiga bulan ke depan, ia memilih memantapkan pengalaman laboratoriumnya dengan bergabung dalam proyek riset dosen yang berfokus pada toxic site identification.

Sembari menimbang opsi karier profesional maupun studi lanjutan, Hasna melihat usia muda adalah ruang lapang untuk terus mengeksplorasi potensi tanpa harus kehilangan fokus.



(nir/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads